Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
EUFORIA

EUFORIA

Kutatap tangannya yang terbuka lebar dengan sebuah pena berwarna emas di sana. Segera aku berdiri, menyaksikan betapa bercahayanya warna benda tersebut. “Buat gue? Dan nanti akan gue pakai untuk apa? Gue bukan anak kuliahan, juga bukan anak kantoran.” “Yang boleh memiliki pena nggak cuma anak kuliahan dan kantoran, lagi. Pokoknya ini buat kamu.” Melihat senyuman yang sangat tulus, maka kuambil pena itu, menatapnya dengan lamat dalam beberapa saat.
1013.5K viewsCompletedAdded to Library 512 Times as kutipan pena
Read
+Library
Memilihmu di Kesempatan Kedua

Memilihmu di Kesempatan Kedua

Di bawah pena terselip kartu kecil bertuliskan tangan: 'Untuk pria yang terlalu sering mengoreksi jawabanku. Mulai sekarang pakai pena yang bagus saat menyalahkanku. — Anin' Arkana membaca kartu itu dua kali. Lalu menatap pena tersebut. Benda itu mahal, elegan, dan Arkana dapat merasakan kalau pena itu dipilih dengan perhatian. Ia seharusnya merasa terganggu. Seharusnya mengembalikannya besok. Namun anehnya, sudut bibirnya justru bergerak tipis.
106.8K viewsOngoingAdded to Library 237 Times as kutipan pena
Read
+Library
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

Pena ini tampak tua, terbuat dari zat yang lebih purba daripada cahaya itu sendiri. "Pena ini adalah milik Sang Penulis Pertama yang tertinggal saat Ia menciptakan ledakan besar pertama," bisik Elian dengan nada takjub. "Hanya mereka yang telah mencapai kesadaran Nuranipura yang bisa menyentuhnya tanpa terurai menjadi atom."
965 viewsOngoingAdded to Library 31 Times as kutipan pena
Read
+Library
Cinta Buta Sang Mafia

Cinta Buta Sang Mafia

Aku tetap fokus memperbaiki pasal-pasal kontrak dan menganggap ucapan itu seperti tiupan angin. Melihatku tak terpancing, senyuman di wajah Melisa sempat kaku sejenak. Dia menunduk melihat pena di tanganku dan muncul ide licik. “Pena ini lumayan bagus.” Tiba-tiba, dia mengulurkan tangan, “Boleh kupinjam sebentar?” Belum sempat aku merespons, di sudah merebut pena itu dari tanganku. Itu adalah pena merek mewah yang cukup langka, hadiah dari Rian di tahun pertama pernikahan kami.
12.8K viewsCompletedAdded to Library 256 Times as kutipan pena
Read
+Library
Sepanjang Malam Di Pelukan Bosku

Sepanjang Malam Di Pelukan Bosku

Diego kembali berkata datar. Salah satu petugas mencatat, yang lain menyilangkan tangan. Mereka menjelaskan tentang kemiripannya. Pena yang ditemukan di dekat tubuh Lila hampir memiliki spesifikasi yang sama hanya berbeda di arsiran dan nama. “Pena ini tidak bisa dijadikan bukti. Keduanya hampir sama sekilas, tetapi ada perbedaan.” Diego menambahi sebelum mereka menyelesaikan kalimat.
101.2K viewsOngoingAdded to Library 46 Times as kutipan pena
Read
+Library
Pak Dosen Tak Bisa Melepaskanku

Pak Dosen Tak Bisa Melepaskanku

Senja hanya menyandarkan kepalanya di kaca jendela yang dingin, membiarkan pemandangan lampu jalanan yang kabur menjadi latar belakang pikirannya yang sedang menyusun kepingan memori. Di benaknya, sebuah benda mulai mewujud: pena ungu tua dengan ukiran inisial EK—Elio Kahlani—yang terpahat dalam sapuan emas elegan. Ia ingat betul pena itu biasanya bertahta di atas meja kerja ayahnya, tersimpan rapi dalam kotak kayu mahogani berukir motif lavender. Namun, dalam kunjungan terakhirnya, kotak itu lenyap. Kosong.
10946 viewsCompletedAdded to Library 20 Times as kutipan pena
Read
+Library
Kontrak dan Kebebasan

Kontrak dan Kebebasan

Seketika rasa dingin menyusup ke punggungku. Aku berlari ke lantai atas dan menemukan pena antik kesayanganku patah menjadi dua, tintanya yang biru gelap terciprat seperti darah di naskahku yang berharga, dan menutupi kata-kata yang kutulis. Pena itu satu-satunya peninggalan dari ibuku. Aku berlutut di lantai, hati-hati mengumpulkan pecahan pena dan halaman-halaman yang ternoda tinta.
10.6K viewsCompletedAdded to Library 348 Times as kutipan pena
Read
+Library
Rebirth: Pembalasan Permaisuri Terbuang

Rebirth: Pembalasan Permaisuri Terbuang

ujar Killian. Suaranya kembali berat dan berwibawa, menggema di antara dinding batu yang kokoh. Pria itu menggeser perkamen tersebut ke hadapan Seraphina, lalu menyodorkan sebuah pena bulu angsa hitam yang ujungnya telah dicelupkan ke dalam tinta. "Tuliskan. Tuliskan setiap instruksi detail yang kau inginkan untuk Viscount Rembrandt.
1019.8K viewsCompletedAdded to Library 475 Times as kutipan pena
Read
+Library
Ditolak Sopir Miskin

Ditolak Sopir Miskin

Aku memperhatikannya dengan saksama. “Bagaimana rasanya?” tanyaku hati-hati. Fajar tersenyum, lalu menjawab, “Enak.” Kemudian kembali diseruputnya kopi dalam cangkir yang membuatku bernapas lega. “Nyonya, bisa saya meminjam pena?” tanyanya tiba-tiba. “Buat apa?” “Mengecek sesuatu. Di mana saya bisa mendapatkannya?” “Ada di laci meja kerjaku. Ambil saja,” sahutku singkat, kemudian mengambil remot TV dan menyalakannya.
1011.9K viewsCompletedAdded to Library 345 Times as kutipan pena
Read
+Library
Secret of Five Gods (Princess of the Black Blood)

Secret of Five Gods (Princess of the Black Blood)

Matanya menyipit memperhatikan Ramirez yang mengambil sesuatu dari dalam bajunya. Ia cukup terkejut menemukan Ramirez mengeluarkan sebuah buku catatan kecil juga pena dengan tutup seperti pulpen dan mencoretkan sesuatu di sana. “Hei, apa itu?” “Kau belum pernah melihat alat tulis? Atau kegiatan mencatat? Ckck, aku sungguh berduka untukmu!” “Astaga, kau sungguh menyebalkan! Maksudku, untuk apa kau mencatatnya?”
107.9K viewsOngoingAdded to Library 165 Times as kutipan pena
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status