Pesona Istri Yang Kuabaikan
Aku tak mau, ia marah-marah dan berakibat buruk pada kandungannya.
"Halo, Sayang. Ini aku dipanggil Kyai Bashori. Nggak tau mau ngapain, tapi ... tapi dia ngajak Ustadzah Fatimah juga. Aku nggak bisa menolak, nanti aku kabari lagi, ya. Jangan marah dulu. Percaya sama aku, ya."
Untung Zitni mau mengerti. Ia cuma mengatakan agar aku menundukkan pandangan. Awas kalau lirak-lirik. Astaga, untuk apa aku melirik?