GAIRAH MASA LAJANG
ujar Lani begitu cepatnya memasukan uang ke dalam saku kemeja yang aku kenakan saat itu, lalu dengan segera pula Lani menuju mobilnya, saat itu aku ingin berseru bermaksud mengembalikan uang yang Lani sisipkan di saku kemeja ku itu, namun langkah ku kalah gesit hingga aku hanya bisa memandang Lani berlalu dengan mobilnya sembari lambaikan tangan dan tersenyum manis.
Aku merogoh kantong kemeja ku, uang yang disisipkan Lani ternyata Rp. 5.000,- pada masa itu uang segitu sudah cukup besar, karena ongkos angkot untuk umum hanya Rp. 300,- sementara untuk anak sekolah Rp. 200,- sekali jalan.