Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Langit Merah

Langit Merah

Tapi sudah tidak ada, ia kembali duduk ke samping Fiona. "Lalu bagaimana?" Tanya Fiona sembari menatap Ema dengan lebih teliti karena cahaya yang semakin berkurang. Ema terlihat berpikir tapi tidak menemukan jawaban untuk yang memuaskan pertanyaan Fiona. "Mungkin kita harus mengandalkan pendengaran saja untuk berjaga." Kata Ema. "Apa waktu terbitnya matahari masih lama?" Tanya Fiona lagi. "Lumayan lama. Apa lagi kita berada di ruangan tanpa jendela yang terhubung langsung keluar. Cahaya matahari akan lebih lambat masuk menerangi ruangan." Jawab Ema.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai langit background
Baca
+Pustaka
Di Bawah Langit Senja

Di Bawah Langit Senja

Carine melihat ke arah jam yang ada ditangannya, " sekarang baru jam 3, aku rasa aku masih punya waktu beberapa jam untuk menikmati tempat ini" "Kau tidak ada acara lain,kan "tanya Carine kemudian. Dani menggeleng Pada dasarnya resto tempat mereka makan adalah obyek wisata yang biasa dipakai para pengunjung untuk menikmati langit senja dari bukit Ungaran ini. Jadi tak heran jika banyak pengunjung yang betah berlama-lama hanya untuk menikmati keindahan alam di lokasi tersebut. "Oh ya,kenapa kamu tidak merokok, biasanya laki-laki kalau habis makan pasti melakukan ritual merokok" tanya Carine kemudian
106.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 207 kali sebagai langit background
Baca
+Pustaka
Reinkarnasi Dewa Perang

Reinkarnasi Dewa Perang

Sinar matahari meredup di antara lekukan bukit dan tubuh gunung, menyisakan semburat jingga yang menari di langit, seolah alam sedang memberi salam penutup untuk hari yang panjang. Langit yang berwarna oranye keemasan memantul di permukaan batu colosseum, menambah kesan megah pada suasana sore itu. Para perwakilan perguruan Arus Hening tampak melangkah keluar dari arena dengan wajah lega, kelelahan mereka tersapu oleh rasa bangga atas kemenangan yang baru saja diraih.
105.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 160 kali sebagai langit background
Baca
+Pustaka
Dia Pemilik Hatiku

Dia Pemilik Hatiku

Pandangannya seolah mengatakan ‘Aku tau apa yang mau kamu bilang’ Rangga mengangkat sebelah alisnya lalu tersenyum, “Ih bukan, maksudku itu lho lihat, langitnya cantik banget. Pas sama view batuan gunung itu,” Rangga menunjuk ke arah langit yang memperlihatkan warna biru cerah dengan sedikit goresan awan putih yang seimbang dan dipercantik dengan batuan gunung yang menjulang. “Oh hehe. Aku terlalu GR berarti,” Almara kini mengarahkan kameranya ke arah langit yang Rangga tunjuk.
9.311.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 309 kali sebagai langit background
Tampilkan Ulasan (11)
Baca
+Pustaka
Maruna
Sumpaaah... ini tuh ceritanya mirip sama pengalamanku sendiri. Ya bedanya aku gak ngalamin perjalanan menembus waktu kayak Almara. Kak Lisandi Noera ditunggu ya update nya, semoga gak muter2 kayak beberapa novel yg awalnya ide ceritanya bagus tapi makin ke belakang makin jauh dari gagasan awal. love
Hilda Rahma
belom baca semuanya sih, tapi ya ampoonnn mau banget jadi istri Rangga, sumpah almara lu sadar laaaah move on move on huhu, Rangga buat gue aja kalo almara gamau hahaha, semangat author, ditunggu kelanjutan ceritanya ...️...️...️...️
Baca Semua Ulasan
ATURAN LANGIT!

ATURAN LANGIT!

Langit memberi instruksi. "Baiklah Tuan!" Bullock mengangguk. "Pastikan mereka semua selamat!" teriak Langit sambil melesat ke udara. Seolah melawan gravitasi, tubuhnya terlihat ringan seperti kapas. Tidak peduli dengan suasana malam yang gelap temaram, hanya disinari kerlip bintang mengintip di sela-sela awan, juga angin malam yang dingin dan menampar keras, serta kedalaman Jurang Kematian yang hampir mencapai ratusan meter, Langit berlari di udara, sambil mengembangkan kedua tangannya, lalu dalam sekejap sebuah Tornado Horizontal sebesar Pohon Kelapa melesat dengan cepat seperti Naga yang siap menerkam kawanan Grim Ape yang hendak menukik menyerang mereka.
9.272.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai langit background
Baca
+Pustaka
Diary Langit

Diary Langit

Entah sampai kapan itu? Luna paling benci jika harus berada dalam lift sendirian seperti saat ini, sebagai orang yang memiliki kepekaan penglihatan, dia tak bisa menghindari banyaknya energi negatf dan kehadiran makhluk tak kasat mata yang sering di temuinya di dalam lift. Bayangan mereka begitu menganggu, walau dia tahu mereka tak menyeramkan atau menakutkan seperti yang selalu digambarkan orang-orang.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 138 kali sebagai langit background
Baca
+Pustaka
Legenda Penguasa: Pendekar Naga Putih

Legenda Penguasa: Pendekar Naga Putih

Bola api itu kemudian perlahan menjauh dari Zhang Ji Long dan Bai Teng Wei, sebelum akhirnya melesat dan menghilang dengan cepat begitu saja, meninggalkan jejak cahaya yang memudar di udara. Langit perlahan kehilangan cahayanya yang terus memudar padahal hari masih siang di Bukit Sembilan Ratapan tingkat pertama ini dengan awan-awan kelabu yang menggumpal dan menyelimuti langit, menciptakan suasana yang suram dan penuh misteri, seolah-olah ada kekuatan gaib yang menyerap segala kehidupan dan kehangatan di sekitarnya.
9.116.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 641 kali sebagai langit background
Baca
+Pustaka
LANGIT penuh MELODY

LANGIT penuh MELODY

Lampu kelap-kelip, lilin dan tentu saja sebuah gaun indah sudah Langit siapkan untuk Melody. “Indah sekali pemandangan malam ini,” kata Melody menatap langit yang begitu cerah dan bertabur bintang. Lampu kota Hongkong terlihat jelas, deretan gedung-gedung pencakar langit yang menjulang tinggi. “Kamu menyiapkan ini semua untukku?” tatap Melody pada Langit yang terlihat begitu tampan malam ini. “Tentu, ikutlah dengan saya,” ajak Langit menggenggam tangan Melody menuju bagian belakang kapal.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai langit background
Baca
+Pustaka
Sepuluh Selir Ratu Arischa

Sepuluh Selir Ratu Arischa

Langit yang sebelumnya merah membara karena amarah data Julian, kini perlahan kembali menjadi abu-abu mendung yang merupakan warna alami langit musim dingin Aridonia. Lia masih berdiri di beranda menara pengawas, napasnya beruap di udara dingin. Tubuhnya gemetar, bukan karena suhu yang membekukan, melainkan karena sisa adrenalin yang perlahan surut. Di bawah sana, pasukan bayangan Julian telah lenyap menjadi debu piksel yang diterbangkan angin. Hening. Keheningan yang begitu tiba-tiba ini terasa lebih memekakkan telinga daripada dentuman perang.
101.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai langit background
Baca
+Pustaka
Dalam Rengkuhan Tuan Mafia

Dalam Rengkuhan Tuan Mafia

Matahari merangsak naik perlahan saat waktu bergeser, langit telah mengusir gelap, membangunkan para insan di bumi Los Angeles. Cahaya redup dari lampu tidur menyapu halus sisi wajah Liv yang saat ini masih bertempat dalam dekapan Dante.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai langit background
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status