Di Balik Rupa Burukku
Dia tertawa memperlihatkan dua lubang di pipinya.
"Betty Lafea, siapa lagi kalau bukan dirimu? Seorang yang ingin seperti itu, tidak ada orang yang lebih jelek dari Betty Lafea selain dirimu."
Mendengar perkataannya aku tidak merasa sakit hati, padahal jelas-jelas dia mengejekku, tapi aku tahu dia hanya berkelakar dan bergurau saja, tidak bermaksud menghinaku.
"Karena kau sudah jauh-jauh ke sini, baiklah, ayo aku traktir es tebu di ujung jalan sana," ujarku sambi menunjuk jalan arah pulang.
Bab Populer