Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
LARA

LARA

Ia kelelahan setelah berlari begitu jauh. "Nih, minum dulu aja," ucap Patrick sambil turun dari motornya dan menyodorkan sebotol air minum kepada Sarah. Sarah kemudian meminum air minum pemberian Patrick. "Pulang bareng aku aja. Aku bawa helem dua nih," ajak Patrick sambil memberikan helm bogo warna coklat kepada Sarah. Tanpa pikir panjang. Sarah kemudian memakai helm bogo warna coklat pemberian Patrick.
102.7K viewsOngoingAdded to Library 75 Times as lee dam
Read
+Library
Dendam Kaisar Surgawi

Dendam Kaisar Surgawi

Dendam itu, benci itu… seperti api yang tak pernah padam. Di tengah lamunanku, aku tidak sadar kalau langkahku sudah membawaku ke tepi sungai kecil di dekat desa. Airnya jernih, memantulkan wajahku. Dan ketika aku menatap bayangan itu… aku tidak tahu kenapa, ada rasa asing. Mungkin karena aku masih belum terbiasa melihat wajah baru ini—wajah Lin Feng yang sebenarnya. Wajah yang penuh bekas luka dan kelelahan.
101.3K viewsOngoingAdded to Library 29 Times as lee dam
Read
+Library
Dendam Rusmini

Dendam Rusmini

Tolong carikan saya daun kelor, Mas Mamat. "Baik, Ustadz." Mamat mengangguk dan berlalu meninggalkan rumah. "Mbak Mimin ikhlas saya ruqyah? Jika masih menyimpan dendam seperti kemarin akan susah bagi saya mengusir semua makhluk peliharaannya."
3.1K viewsOngoingAdded to Library 88 Times as lee dam
Read
+Library
Dendam Wanita Simpanan

Dendam Wanita Simpanan

Wanita yang semula tampak sibuk merapikan beberapa alat tulis pada etalase itu tersenyum ramah. Je memperkenalkan diri sebelum kemudian turut mengenalkanku juga, baru setelahnya mempertanyakan perihal lowongan yang sempat dia ketahui. Mendengar hal itu, wanita tersebut juga memberitahu bahwa nama beliau adalah Bu Dama. Kami dipersilakan masuk dan duduk.
104.5K viewsOngoingAdded to Library 152 Times as lee dam
Read
+Library
Dilamar CEO Kejam

Dilamar CEO Kejam

Gadis itu lalu teringat kata-kata dari Amara sebelum Wanita itu menghembuskan napas terakhir, kalimat Amara masih menjadi misteri untuk Celindia. "Apa maksud dari kata-kata Oma Amara waktu itu?" gumamnya pelan. "Ah udah lah, mending Aku mandi supaya badanku segar." Tak mau ambil pusing tentang masalah itu, Celindia akhirnya beranjak ke kamar mandinya. Saat sampai ke kamar mandi, Ia kembali tercengang. Kamar mandinya sangat besar, lebih besar dari kamar mandi di rumahnya yang di Indonesia.
105.8K viewsOngoingAdded to Library 231 Times as lee dam
Read
+Library
Dewa

Dewa

Ada DVD player dan speaker besar yang sering disambungkan ke laptop untuk memutar musik kesukaannya. Sesekali dia menyeret layar tabletnya, memeriksa apakah ada gadis jelia yang mengirimnya pesan walau sekedar untuk mengajaknya jalan di hari santai, atau mengajaknya chatting. Setiap libur memang banyak perempuan seksi yang mengajaknya keluar. Siapa pula tak terpana melihat ketampanan dan kekayaan Reihan? Hanya orang baik-baik saja mungkin yang tak bertekuk lutut. Setiap minggu hampir ada perempuan yang menembak dan diputuskannya. Perempuannya pun semuanya berkelas. Tak ada yang miskin apalagi kampungan. Namun sama sekali tak ada perasaan terhadap mereka, kecuali satu gadis yang bernama Adeli
9.97.7K viewsCompletedAdded to Library 223 Times as lee dam
Read
+Library
Lemon

Lemon

gumam Dewa menatap kotak berisi cincin permata yang sangat indah. Tidak lama kemudian dari kejauhan ia bisa melihat kehadiran Keyla. Pakaian merah sexy kesukaan wanita itu begitu pas di tubuh. “Sayang!” panggil Keyla. Dewa tersenyum dan hendak menghampiri kekasih tercinta. Namun ia salah. Seorang pria menghampirinya dan mereka memeluk. Tidak bahkan Keyla memberi ciuman singkat.
103.5K viewsOngoingAdded to Library 136 Times as lee dam
Read
+Library
LAILA

LAILA

kataku tegas. Memangnya Damar itu sehebat apa sih? Kalau Damar yang kukenal di sekolah bisa melihat makhluk gaib juga sama sepertiku. Aku terus memikirkannya, tapi itu semua nggak penting. Yang penting sekarang anak laki-laki misterius itu. Setelah beribu-ribu pemikiranku, mungkin lebih baik aku mengikuti kemana pun anak itu pergi. Hari pertama yaitu Selasa di awal bulan November. Aku menyuruh Ayah untuk tidak mengantarku ke tempat les. Hari ini dia sedang bermain meloncat-loncatkan sepedanya di depan sebuah rumah mewah. Aku terkejut ternyata lelaki itu Damar, aku dapat melihatnya dari jarak yang cukup dekat. Rambut hitamnya yang sedikit panjang, kulitnya yang putih, hidungnya yang lumayan
107.4K viewsCompletedAdded to Library 183 Times as lee dam
Read
+Library
DENDAM MANTAN ISTRI

DENDAM MANTAN ISTRI

“Pembunuhan Papa, karena wanita?” Bibi Laela mengangguk. “Kau pikir, luka tusuk sebanyak itu pembunuhan biasa? Hanya orang yang punya dendam yang bisa melakukannya tanpa berhenti. Jus … jus … jus … tusuk sana tusuk sini tanpa ampun. Dendam apalagi yang lebih dahsyat dari dendam karena wanita.”
102.0K viewsOngoingAdded to Library 57 Times as lee dam
Read
+Library
Jagat Lelembut

Jagat Lelembut

Terlihat leher Kevin yang sudah mulai tergores dan berdarah. Kevin menangis sembari meminta maaf atas perbuatannya. Akan tetapi sudah terlambat, arwah pendendam sangat lah berbahaya, apalagi sosok kuntilanak merah itu memburu para laki-laki. Lestari terpental begitu keras, dan kini sosok kuntilanak merah atau mentari yang terlihat mencekik Kevin. Mentari melempar tubuh Kevin keluar jendela.
1.1K viewsOngoingAdded to Library 34 Times as lee dam
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status