LAILA
kataku tegas.
Memangnya Damar itu sehebat apa sih? Kalau Damar yang kukenal di sekolah bisa melihat makhluk gaib juga sama sepertiku. Aku terus memikirkannya, tapi itu semua nggak penting. Yang penting sekarang anak laki-laki misterius itu. Setelah beribu-ribu pemikiranku, mungkin lebih baik aku mengikuti kemana pun anak itu pergi. Hari pertama yaitu Selasa di awal bulan November. Aku menyuruh Ayah untuk tidak mengantarku ke tempat les. Hari ini dia sedang bermain meloncat-loncatkan sepedanya di depan sebuah rumah mewah. Aku terkejut ternyata lelaki itu Damar, aku dapat melihatnya dari jarak yang cukup dekat. Rambut hitamnya yang sedikit panjang, kulitnya yang putih, hidungnya yang lumayan