GADIS
Wajahnya selalu mengingatkanku pada mendiang ibunya, yang mungkin saat ini sedang tersenyum pilu di alam sana, menyaksikan kami dari kejauhan.
Malam itu, setelah Larissa tidur, aku duduk di ruang tamu dengan secangkir teh di tanganku. Rasa lelah yang menggerogoti fisik dan mentalku mulai menumpuk. Pikiran tentang pernikahan yang kosong dan keputusan yang harus diambil terus menghantui. Akankah aku tetap bertahan demi Larissa, atau akankah aku berjuang untuk kebahagiaanku sendiri?
Teleponku berbunyi, mengagetkanku dari lamunan. Ternyata pesan dari seorang teman lama, Lia, yang tak sengaja kulihat beberapa hari lalu di pusat perbelanjaan.
Hot Chapters