BIANGLALA KEHIDUPAN
Kartika pasrah, jika Wahyu memang akan menghujat atau memakinya.
Namun, lelaki paruh baya itu justru meneteskan air mata. "Masya Allah, Nak ... Berat sekali ujian hidupmu. Dan, kamu pergi hanya untuk kebahagiaan Rivan? Kamu anak baik, Kartika. Kamu menantu bapak yang sebenarnya," ujar Wahyu.
"Sa-saya ... Tapi, sekarang saya tidak ubahnya seperti wanita penggoda, Pak. Merebut kebahagiaan Mbak Salsa dan anaknya ...."
Bab Populer