Neraka untuk Adik Madu
ucap Aulia dengan menggelengkan-gelengkan kepalanya.
"Apa kamu lupa berapa lama kamu menanti kehadirannya? Apa kamu masih mengingat ucapanmu? Oke. sekarang aku ingatkan. Dengarkan!" Aulia menghembuskan napas panjang.
"Lia, ada satu doa yang tak pernah pernah kupanjatkan. Aku berharap Tuhan segera memberiku momongan, aku berharap agar Tuhan segera menitipkan janin di dalam rahimku. Aku selalu membayangkan bahagianya aku, saat melihat bayi berada di pelukanku. hati ini saat melihat mata jernih pada wajah mungil itu kuberikan ASI untuknya.Ketika kucium, aroma khas bayi akan menguar di hidung seorangku.Kelak, jika Tuhanku habiskan hari-hariku untuk melewati masa tumbuh kembangnya.Kau tahu, Lia,
Hot Chapters