Cinta yang hilang
Refita pun mulai membukanya dan membaca isi surat yang diberikan oleh Dimas.
"Refita I Ismiliasari, namamu begitu menarik dengan I yang masih menjadi misteri. Dirimu pun juga begitu menarik dengan perasaanmu yang masih menjadi misteri. Aku, Dimas Ristian Putra, mengaku, telah mencintaimu sejak awal kita bertemu. Wajahmu begitu indah dan terekam jelas senyum dekik pipimu nan manis. Wajahmu yang manis itu bahkan mampu menjadi lukisan terindah yang pernah aku buat. Terimakasih atas pengabdianmu, yang mau menjadi sekretaris kala aku menjadi ketua kelas. Engkau juga telah menjadi teman dekatku yang setia menemaniku. Mungkin hari ini aku ingin mengakhiri hubungan pertemanan ini," sebuah akhir dari
Bab Populer