Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mengandung Bayi Presdir Dingin

Mengandung Bayi Presdir Dingin

Melihat hal ini, Ira tertawa kecil dan menggoda, "Senja, kenapa kamu terus menatap biola Arisa? Apa kamu tertarik?" Senja langsung mengalihkan pandangannya, wajahnya memerah, dan ia menggelengkan kepala dengan malu-malu. Ira menepuk pundak Senja dan berkata, "Senja, aku sudah melihat hasil edit videomu. Gerakan tarianmu sangat memukau, dan penyampaian dialogmu luar biasa."
3.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai lirik dialog senja lara
Baca
+Pustaka
Lara Dan Rasa

Lara Dan Rasa

Gua mengakhiri, dan kembali ke mereka semua. POV Cahaya Aku bingung sebenarnya, kan barusan aja bimbang mau gimana? Mau main gila aja udah, tetapi belum siap sih. Aku pun tetap diam saja melihat semua orang disini sedang serius membantu ku. POV Miya Gua colek alex, “Lex, kita nggak sadis ‘kan?” “Nggak lah. Gua yakin.”
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai lirik dialog senja lara
Baca
+Pustaka
Terjerat Gairah Arjuna

Terjerat Gairah Arjuna

Plak! Lila menepuk jidatnya setelah tahu jika Sena sedang berdiri di bawah pohon. Menunduk dengan ponsel di depan kepala, seketika dia mendongak dan mendapati dua perempuan yang dinanti sudah tiba. Mengumbar lesung pipi beserta lambaian tangan, Sena menepuk bahu Juna yang sejak tadi juga hanya fokus dengan ponselnya. Lantas mulai melangkah mendekati Lila. "Nggak ada drama lagi, kan?" tanya Arin. Dialog dua pemudi itu masih berlangsung tanpa diketahui apa topiknya oleh dua pemuda lain. Jarak dan volume yang rendah adalah alasannya.
109.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 190 kali sebagai lirik dialog senja lara
Baca
+Pustaka
Hati Yang Terpilih

Hati Yang Terpilih

Tercipta nelangsa di pucuk rerumputan Oh harumnya dukaku, Ditiup semilir sikapmu mendua Menghitung bintang satu satu Sesukar meraba lelikuan sifatmu Berkali diri ini, terpaksa jatuh Pada jurangnya bimbang, dan Asa yang tercecer sempat bertanya Senyum atau merahkah kau tawarkan? Bagi jiwa dahaga ‘smara Aku ini . . . “Kriiing … Kriiing …,” dering ponsel membuyarkan suara Nazwa menyenandungkan lagu Lara Melanda dari Kla Project sembari mengeluarkan camilan yang dibuatnya dari oven.
6.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 147 kali sebagai lirik dialog senja lara
Baca
+Pustaka
Suatu Senja di Tanah Senja

Suatu Senja di Tanah Senja

Dia memejamkan mata, memasrahkan seluruhnya atas panas gairah yang melumat dada, melumat mulutnya. “Jadi, perlukah aku menjelaskan lebih jauh lagi tentang apa itu senja?” Mardian meletakan sebelah tangan di atas bahu Marni seakan-akan sedang melindunginya. “Itu tidak perlu.” Marni membelai wajah Mardian. “Kalau begitu, sekarang bukan lagi saya. Tapi aku; kau dan aku.” “Apa pun yang kau mau, Sayangku.”
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 168 kali sebagai lirik dialog senja lara
Baca
+Pustaka
Biduk Cinta Senja

Biduk Cinta Senja

ucap Langit sambil menatap tajam ke arah Barman dan Niken. Kedua bola mata Barman dan Niken membulat sempurna, saat mendengar apa yang di katakan Langit. Ingatan membawa mereka ke masa lalu yang menyakitkan untuk Senja. "Ka--kamu. Kamu, Senja." ucap Barman dengan gugup. "Tepat sekali. Dia Senja. Gadis kecil malang yang telah kau hancurkan hidupnya," ucap Langit semakin kesal.
103.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai lirik dialog senja lara
Baca
+Pustaka
Unspoken Pain (Luka yang Tak Terucap)

Unspoken Pain (Luka yang Tak Terucap)

*** Senja kembali datang dengan segala keindahannya, Alle pelan-pelan terjagar dari tidurnya yang sangat nyaman, sinar mentari yang menembus jendela kaca kamar itu membuat dirinya terbangun dan mendapati Earl yang sedang memeluknya. Dengan pelan Alle melepaskan pelukan Earl, ingin melihat sunset lebih dekat, Earl yang menyadari pergerakan Alle tersenyum, sengaja ingin menggoda Alle dengan menarik paksa wanita itu untuk kembali terlelap dalam pelukannya. “Earl, bangun, aku ingin melihat sunset.” Alle mencubit gemas perut Earl, membuat pria itu mengerang sakit namun tetap mengungkung Alle dalam pelukannya.
1010.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 279 kali sebagai lirik dialog senja lara
Baca
+Pustaka
Istri Kampungan Yang Disembunyikan CEO Arogan

Istri Kampungan Yang Disembunyikan CEO Arogan

ucap Senja tertahan saat tubuhnya bergetar. "Aaaaakkhhh.. Sssstt.. Uuuuhhh..!" Di susul suara erangan dari keduanya saat mereka sama-sama berada di puncak klimaks. Rudal milik Ziko memuntahkan cairan kental kedalam liang kenikmatan Senja, hingga penuh dan tumpah. Ziko merasakan tubuhnya sangat lelah, hingga jatuh keatas tubuh Senja. Begitu pula dengan Senja, dia juga merasakan hal yang sama setelah melakukan pergulatan panas dengan durasi yang cukup lama.
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai lirik dialog senja lara
Baca
+Pustaka
Rindu Di Ujung Senja

Rindu Di Ujung Senja

Leon kembali mengejek Aretha sambil tertawa. "Leon!" Aretha tersipu malu, wajahnya mulai memerah. "ya sudah, kita pergi dulu ar, sampai jumpa besok," kata Kenzo sambil tersenyum. "sampai jumpa." jantung Aretha berdegup sangat kecang saat mwlihat senyuman Kenzo padanya.
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 114 kali sebagai lirik dialog senja lara
Baca
+Pustaka
Pemagut Lara

Pemagut Lara

"Beraninya kamu!" Ting! Kemarahan mereka terpotong dengan notifikasi pesan teks dari Jelita. * "Aku setuju!" ucap Cakra. Dia berdiri dan meminta Jelita memberi tahu bawahannya. "Mereka, kalah!" lanjutnya setelah terdiam beberapa saat. Cakrawala merasa ketiga orang anggota Qi Shaoyun seharusnya tak terpengaruh dengan emosi dan lebih fokus pada bagaimana mendapatkan informasi. Bukan kesenangan dalam menyiksa.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai lirik dialog senja lara
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status