Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Senja itu belum redup

Senja itu belum redup

Hujatan telah menjadi seperti aktivitas yang biasa. "Huft..." Terdengar Kirana kembali menghela nafasnya. Dan kali ini di iringi dengan setetes air mata yang terjatuh ke pipinya. Mungkin ia kembali mengingat sosok Adit yang pernah melukai perasaannya. "Apa harus semua perempuan itu berpenampilan oke, good looking, supaya bisa di cintai?" teriak Kirana dalam hati. "I want you to the bone. Take me home i'm fallin...." terdengar sebuah lagu yang ternyata berasal dari handphone Nana. Itu panggilan nada dering, dan ternyata Dela yang menelfonnya.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai lirik dialog senja lara
Baca
+Pustaka
Rahasia Senja

Rahasia Senja

ucap Senja diselingin dengan kekehannya. "Males, Nja. Lagian ribet kalo harus gonta-ganti gitu," jelas Asta yang arah pandangnya menatap wajah Senja yang sedang tersenyum. "Oh iya, Nja. Gua denger ada murid baru loh, kira-kira dia bakal masuk kelas kita atau ga ya?" Lanjut Asta yang tangannya sudah menghimpit lengan Senja. Keduanya berjalan beriringan di koridor. "Oh ya? Bisa jadi sih di kelas kita, soalnya Laras kan baru aja pindah," lontar Senja.
9.97.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 178 kali sebagai lirik dialog senja lara
Baca
+Pustaka
Laras love story

Laras love story

Ucap Banyu "Baiklah, mas aku udah ngantuk. Aku tidur duluan ya, aku matiin telponnya. Good night mas. muach.... ." Ucap Laras lalu segera mematikan telponnya dan segera tidur "Semoga besok tidak ada masalah yang terjadi" lirih Laras lalu segera tertidur pulas "Good night sayang." Ucap Banyu tersenyum, lalu melihat handphonenya mati dan Banyu pun segera menuju alam mimpinya.
3.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai lirik dialog senja lara
Baca
+Pustaka
Luka di Ujung Senja

Luka di Ujung Senja

Ia menulis satu kalimat: Aku ingin hidup yang tidak perlu terus-menerus dijelaskan. Ia berhenti, membaca ulang, lalu menutup buku itu. Kalimat itu terasa cukup untuk hari itu. Ponselnya bergetar. Pesan dari nomor tak dikenal. Selamat siang, Mbak Anggi. Saya Lila, teman lama Claudia. Boleh kita bertemu? Nama itu membuat waktu seperti melambat setengah detik. Tidak ada tusukan tajam, hanya gelombang pelan yang menyentuh dasar perutnya.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai lirik dialog senja lara
Baca
+Pustaka
Istri Kedua Dosen Dingin

Istri Kedua Dosen Dingin

“Kau atur waktu agar bisa menemui Freya di depan umum. Elric menghela napas sejenak, “Jika bukan demi mama aku tak suka berbaikan dengannya.” Lala mendengar percakapan itu dengan perasaan yang campur aduk. Matanya menahan air mata tanpa sadar. ‘Gue nggak boleh nangis. Nggak boleh ada perasaan sedikit pun,’ batin Lala. “La, pilihkan kotak sama nulis pesan lagi,” ujar Elric. Dia sibuk menyerahkan ponselnya lagi. Lala tertegun saat mendengar permintaan itu. Wajah Lala tertunduk.
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai lirik dialog senja lara
Baca
+Pustaka
Noda Masa Lalu Istriku

Noda Masa Lalu Istriku

cecar Fadil sembari menatap mata Lara. "Tidak ada yang perlu di jelaskan. Pergi dari hadapanku dan lupakan aku. Anggap saja kita tidak pernah kenal," jawab Lara dengan dingin. Tanpa terasa air mata Lara mengalir. Rasanya setiap adegan demi adegan malam itu terus berputar di kepalanya. Wajah pemer-kosa itu muncul dalam ingatannya dengan tawa mengejeknya ia seolah mengolok-olok Lara yang tidak kuasa melawan saat dia mengambil kesuciannya.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai lirik dialog senja lara
Baca
+Pustaka
Terjerat Cinta Kakak Ipar

Terjerat Cinta Kakak Ipar

Tak tahu harus menjawab apa, Diandra hanya mengukir senyuman tipis sebelum kemudian melahap kembali sarapan miliknya, hingga ucapan Senja membuat atensi dia beralih. "Kamu harus tetap semangat ya, Di. Hidup kamu masih panjang dan aku yakin setelah ini akan ada pelangi buat kamu," kata Senja. "Kita berdoa sama-sama aja biar yang jahatin kamu dapat balasan setimpal." "Aamiin, Kak Senja, makasih banyak." "Semangat, Kak Di!" seru Kirania, ikut mendukung. "Jangan pernah ngerasa sendiri karena Kakak punya kita."
1033.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai lirik dialog senja lara
Baca
+Pustaka
ISTRI SENILAI SAHAM

ISTRI SENILAI SAHAM

Dia dan Raina baru saja sampai ke rumah terasing itu. "Jahat kau Gia! Aku berusaha baik dan ingin menolongmu! Tapi kau tega menjebakku!" teriak Senja dengan emosinya. Bahkan bola matanya sudah siap untuk terlempar kuat ke arah Gia.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai lirik dialog senja lara
Baca
+Pustaka
Delia (Gadis Pengagum Senja)

Delia (Gadis Pengagum Senja)

Guru mulai memanggil peserta no 7 untuk maju dengan percaya diri Delia membacakan bait demi bait syair yang ia buat bersama Damar berjudul senja. Senja Kau memberikan ketenangan Datangmu penuh harap Meninggalkan kesepian Ketika kau pergi, Pertemukan ku dengan malam Senja aku tak ingin sendiri Penuh asa menunggu mu datang Memandang pelik di tepi Pantai Riuh suara desir angin Menyapu keheningan
106.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 231 kali sebagai lirik dialog senja lara
Baca
+Pustaka
Pak Dosen Tak Bisa Melepaskanku

Pak Dosen Tak Bisa Melepaskanku

"Senja? Hei, lihat aku." Senja, yang tubuhnya bersimbah keringat dingin dan napas yang pendek-pendek, menatap Arion dengan pandangan sayu yang hampir kosong. "Kamu... terlambat," ucapnya sangat lemah. Kelopak matanya terasa seberat timah, dan akhirnya, dunianya menjadi gelap total tepat di pelukan Arion. ***** "Aktingmu lumayan juga, Tara."
10891 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai lirik dialog senja lara
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status