Dia, Yang Mudah Dihibur
Suara Indra pun terbawa angin dan masuk ke telingaku,
“Mutia, sejak wanita itu muncul, aku bisa merasakan suasana hatimu agak terganggu. Setiap orang pasti punya masa lalu, tapi justru pengalaman itu yang membentuk kita sekarang.”
“Nggak peduli apapun kenangan buruk yang terjadi dulu, aku hanya ingin bilang, ke depannya nggak akan ada lagi. Karena kita akan hidup bersama dan yang paling penting adalah masa depan."
“Aku ingin memberimu rasa aman yang cukup. Mulai sekarang, aku akan menjadi karyawanmu dan bekerja keras untukmu setiap hari.”
Aku tertawa dihiburnya.
Namun, hidungku terasa tercekit,
Hot Chapters