Rindu yang Lupa
Fira melenguh.
“Adik kenapa?”
Caca duduk di ruang tamu. Melipat tangan di dada, ransel sudah tergendong di punggung, tali sepatu terikat rapi, wajahnya bersinar dibasuh air suci ketika mandi. Hari ini ia lebih bersemangat sebab senin jadwal senam siswa massal, dari penjuru tingkatan. Ia mengkhayalkan berdiri di baris utama, melenggokkan tubuh lemah gemulai untuk menjadi contoh teman di belakang, mengiringi musik dengan gerak yang sepadan. Namun, Lala mengacaukan harapan. Bayangan kelu terlempar. Detik terus melaju, dan Lala masih sulit dirayu.
ตอนยอดนิยม