Rindu yang Lupa
Ibu tak juga kelihatan.
Lala mendengkur. Malam larut. Jantung waktu berhenti pada detak dua belas tepat, pergantian antara malam dan pagi, seperti sebuah jembatan yang menggabungkan dua kota, atau huruf alvabet yang menyatukan rangkaian kata-kata, meski waktu bungkam dengan bahasa anak adam, perasaan Fira mampu membaca keputusan takdir tanpa didekte malaikat pengambil kebahagiaan, malam itu Ibu tidak akan pulang. Lugunya, ia masih saja menunggu, hingga fajar membuka mata, kokok ayam nyaring di gendang telinga, matanya masih terbata-bata membaca jalanan yang tetap tidak memberi kabar kepulangan. Pada akhirnya angin pagi membelainya lelap, kepalanya terjatuh di dagu jendela, mentari mengintip
Bab Populer