Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Menikah Muda dengan Anak Rentenir

Menikah Muda dengan Anak Rentenir

“Apa kamu melupakan semua kenanganmu bersama Azwa, El?” Dia mengambil ponselnya dari dalam tas kemudian memutar sebuah lagu. “Kamu ingat lagu ini kan? Lagu yang akhir-akhir ini menjadi favorit kita atas rekomendasi Azwa.” Lagu berjudul Melukis Senja yang dinyanyikan oleh Budi Doremi mengalun indah di tengah-tengah mereka. Eliza terdiam mendengarkan lagu itu dengan seksama. Seiring lagu terputar, beberapa kenangan bersama Azwa pun ikut terbayang dalam benaknya.
105.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 159 kali sebagai lirik melukis senja
Baca
+Pustaka
Nyonya, Tuan Presdir Jatuh Cinta Lagi Padamu!

Nyonya, Tuan Presdir Jatuh Cinta Lagi Padamu!

Ia menggigit bibir dalam diam, tak ingin rahasianya terbongkar. Dalam hati, Jeandra menjerit. Beraninya manusia arogan itu mengatai dirinya kekanak-kanakan, padahal Kenan duluan yang menghina lukisannya. Dengan nada penuh tuntutan, Kenan menambahkan. “Hubungi pelukis itu sekarang, dan pastikan lukisannya yang berjudul ‘Senandung Senja’, bisa diantar hari ini ke kantor. Jika kamu gagal mendapatkan lukisan itu, berarti tugas yang lebih besar tidak akan sanggup kamu lakukan.”
10116.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.1K kali sebagai lirik melukis senja
Tampilkan Ulasan (10)
Baca
+Pustaka
Risca Amelia
Halo, Kakak cantik dan ganteng. Author punya novel baru. Jangan lupa mampir ya. Judulnya : Membalas Mantan : Cinta Sejatiku Datang Setelah Kematian. Ditunggu komen, ulasan, dan votenya. Terima kasih. Saranghaeyo
Rahman Nita
baca dr kisah suri-romeo, sekarang lanjut ke story nya kembar jevan & jea... Jevan bakal bucin nih sm serin, kyk papanya yg bucin ke mamanya haha. up nya tiap hari brpa bab sih kak? & up jam brpa aja?
Baca Semua Ulasan
MR. D

MR. D

sahut Halilintar sambil menggoda Senja yang memang satu-satunya teman cewek yang ada di hidup Halilintar sambil mencolek-colek pinggul Senja. “Ah malas apaan jangan aku gelai. Hentikan Bang aku masih sekolah, huwa hahaha,” tawa senja melengking menghiasi raut wajahnya yang memang manis dan sedap dipandang sayangnya penampilannya yang kucel menutupi ayu wajahnya sehingga tampak tak menarik.
105.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 141 kali sebagai lirik melukis senja
Baca
+Pustaka
Kenangan Rindu

Kenangan Rindu

Kenapa tiba-tiba perasaanku jadi gak enak begini ya? ******* Kemesraan ini Janganlah cepat berlalu Kemesraan ini Ingin kukenang selalu Hatiku damai Jiwaku tentram disampingmu Hatiku damai Jiwaku tentram bersamamu… Terdengar lantunan lagu merdu yang di nyanyikan oleh penyanyi Indonesia Iwan fals dan Vina panduwinata. Sepasang anak manusia yang sedang memadu kasih di tepi sungai begitu menikmati lirik lagu tersebut yang berasal dari radio usang milik si lelaki.
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 131 kali sebagai lirik melukis senja
Baca
+Pustaka
SENJA DI BALIK RAHASIA

SENJA DI BALIK RAHASIA

Langit sore di kota itu berwarna jingga keemasan, seperti biasa tenang, indah dan menipu. Alya berdiri di pinggir trotoar, memandang matahari yang perlahan tenggelam di balik gedung-gedung tua. Sudah lama ia tidak benar-benar memperhatikan senja seperti ini. Dulu.. senja selalu berarti satu hal: Rendra
414 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9 kali sebagai lirik melukis senja
Baca
+Pustaka
Saat Hati Menyesal

Saat Hati Menyesal

Lalu, terdengar suara mabuk Richard, kelihatannya benar-benar mabuk berat, “Ella, kenapa sejak hamil, kamu makin sensitif saja? Tira itu bermaksud baik, kok….” “Surat cerai sudah kukirim. Kalau sempat, tolong ditanda tangan dan satu lagi, aku sudah tinggalkan hadiah untukmu di ruang makan. Jangan lupa dilihat.” Suaraku datar dan tegas. Sebelum mereka sempat menjawab, aku pun menutup telepon. Di saat itu juga, Richard langsung sedikit tersadar dari mabuknya. Melihat Tira yang mencoba mendekat, dia jadi kesal dan mendorongnya menjauh.
8.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 296 kali sebagai lirik melukis senja
Baca
+Pustaka
Hilang Selamanya Dari Hatiku

Hilang Selamanya Dari Hatiku

“Tapi, karena kamu sudah datang, lihat saja. Setiap lukisan di sini adalah tekadku untuk berpisah darimu.” … [Pembakaran Asmara] adalah lukisanku setelah sebulan menikah. [Burung Terperangkap] adalah lukisanku saat keguguran setengah tahun kemudian. [Perasaan Baru] adalah rangkaian bunga mawar liar, memenuhi dinding sepanjang sepuluh meter. Setiap lukisan mewakili seorang gadis. Tatapan Dennis menyapu setiap sudut, sementara tangannya yang mencengkeramku semakin erat, seolah takut aku melarikan diri.
6.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 196 kali sebagai lirik melukis senja
Baca
+Pustaka
Disia-siakan Suami Toxic, Diratukan Dosen Bucin

Disia-siakan Suami Toxic, Diratukan Dosen Bucin

Aku terpaku menikmati keindahan sore ini Cahaya jingga yang setia menemani jiwa sepi Yang selalu datang menghantui Sinar jingga yang kian menghilang Mengingatkanku akan dirimu yang semakin asing Hubungan yang sempat terjalin Meninggalkan kenangan yang hilang tertiup angin Senja Bisakah membawanya kembali? Mengobati rindu yang kian menyiksa diri ini Meski hanya sedetik ada di sini
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai lirik melukis senja
Baca
+Pustaka
Setelah Aku Pergi

Setelah Aku Pergi

Aileen menarik napas pelan sebelum menjawab, “Melukis selalu jadi bagian dari diri saya. Tapi ada masa di mana saya... menjauh dari banyak hal. Sekarang, ketika hidup saya berubah, saya ingin kembali pada sesuatu yang membuat saya merasa hidup.” Nanda mengangguk pelan. “Jawaban yang jujur,” ucapnya singkat, lalu kembali membuka halaman lain. Ia menunjuk salah satu lukisan berjudul Senja Terluka. “Lukisan ini... sangat ekspresif. Apakah ini berdasarkan pengalaman pribadi?”
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai lirik melukis senja
Baca
+Pustaka
Ujung Senja

Ujung Senja

“Kemana perginya hati. Kemana hilangnya rasa. Engkau kan menghilang diri, Sayang, untuk insan yang kau puja. Kutakkan berkecil hati. Kutakkan rasa kecewa. Walaupun perih pilu di hati. Kau kuiring senyum mesra. Ingatlah, kau, duhai Jelita, hati ini untukmu saja. Dhai kasih, sanjungan kalbu, engkau pergi tanpa relaku. Hatiku kau curi kini, kau bawa pergi bersama. Kering kini taman sanubari, tiada lagi senyum indah.”
108.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 243 kali sebagai lirik melukis senja
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status