Aku pernah memperhatikan reaksi orang Prancis saat mendengar 'je t'aime' diucapkan oleh orang asing, dan seringkali itu lucu sekaligus manis. Biasanya yang pertama muncul adalah senyum kecil—bukan selalu karena mereka percaya, tapi karena mereka menghargai usaha belajar bahasa. Kalau pengucapanmu pas atau punya aksen yang menyenangkan, banyak yang akan menganggapnya menggemaskan; kalau salah nada atau kalian pakai frasa yang salah, mereka malah kadang tertawa pelan dan memberi koreksi ringan.
Reaksi sebenarnya sangat tergantung konteks. Di kafe atau bar, orang mungkin merespons agak santai atau bahkan skeptis—Prancis tidak selalu menaruh label cinta besar pada kata itu kecuali memang serius. Di sisi lain, kalau itu diucapkan dalam momen intim, dengan tatapan yang tulus, mereka biasanya akan merespons dengan sama intensnya. Juga perlu hati-hati soal perbedaan antara 'je t'aime' dan 'je t'aime bien'—yang satu itu cinta, yang satu lagi lebih ke suka atau menyukai secara platonis; salah pakai bisa bikin suasana canggung.
Yang membuat selalu menarik adalah bagaimana generasi dan latar memengaruhi respons. Orang tua mungkin menerima 'je t'aime' dari keluarga tanpa drama, sementara anak muda lebih santai dan sering pakai ungkapan sayang dengan gampang lewat chat. Pada akhirnya aku merasa mereka menghargai ketulusan; bilang 'je t'aime' dengan terburu-buru atau cuma sebagai guyonan kadang tidak dianggap serius, tapi kalau datang dari hati, itu punya berat sendiri dan biasanya dibalas dengan hangat.