Dokter Jenius: Tangan Emas Sang Penyembuh
“Karena kamu tidak pernah memberi ruang untuk hatimu sendiri. Sejak kecil, kamu sudah terbiasa mendahulukan orang lain, pasienmu, temanmu, bahkan keluargamu. Kamu membiarkan dirimu menjadi tempat bergantung semua orang, sampai-sampai kamu sendiri lupa, kamu pun berhak menentukan apa yang kamu inginkan.”
Kata-kata itu membuat dada El terasa sesak. Ia tahu ayahnya benar. Selama ini, ia hanya mengalir, menerima, dan menahan, tanpa pernah benar-benar menanyakan pada dirinya sendiri: siapa yang sebenarnya ia cintai?
Bab Populer