Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
LALI

LALI

Apabila di setorkan ke pengepul Ledre, jika ada yang hancur sudah pasti Ledre itu akan kembali dan tak laku untuk di jual. Mentari tampak sudah condong di sebelah barat. Pertanda hari sebentar lagi mulai petang. Dan pekerjaannya bergulat di dapur belum juga selesai. Hari ini mereka sengaja membuat banyak, agar mendapat uang yang lebih banyak lagi. Bukan tanpa alasan mereka bekerja sebegitu keras. Tagihan listrik yang sudah memasuki tanggalnya. Dan yang lebih penting adalah persediaan beras yang sudah mulai menipis.
106.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 237 kali sebagai luster
Baca
+Pustaka
LARA

LARA

Piring berwarna putih itu hancur berkeping - keping di atas lantai dekat dengan Sarah berdiri. "Bu, kamu mau melukai Sarah?" tanya Ayah Sarah terkejut. Sarah dengan cepat berjalan menuju lbunya. Namun ia tak sadar bahwa kakinya menginjak pecahan piring di atas lantai. Dengan cepat Ayah Sarah mendekati Sarah. "Sarah. Kaki kamu luka ya?" tanya Ayah Sarah. "Iya yah. Ini kena pecahan piring. Nggak sakit kok. Cuman perih," balas Sarah.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai luster
Baca
+Pustaka
Ludus

Ludus

ujar Ranti yang tengah menstalking akun sekolah sebelah. "banyak banget tau!" ujar Syami sambil menatap satu persatu feed i*******m SMA pancasila. "ketos nya gans anjir!" ujar Lili dengan semangat. "anak sebelah cuci mata tiap hari sih ini, gila sih! Pantesan si Tami betah bener disekolah njir."
104.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 158 kali sebagai luster
Baca
+Pustaka
Gemintang

Gemintang

Sherianne menatap Satya. Tangan Satya bergerak menuju laci dashboardnya dan lalu mengeluarkan sebuah kotak beludru berwarna navy. Tak lama, ia membukanya dan menampilkan sebuah kalung liontin emas putih berinisialkan S. "Satya..," Sherianne tergagap.
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 178 kali sebagai luster
Baca
+Pustaka
NODA

NODA

93. Usaha Megan POV Megantara Kabut tebal di depan sana membuat penglihatanku sedikit terganggu. Meskipun demikian, aku masih bisa melihat sebuah jalan setapak membentang di hadapanku saat ini. Kaki ini terus melangkah menapaki jalan setapak yang menurutku sangat indah meski tertutup kabut tebal. Netraku dapat melihat bahwa di depan sana ada sebuah taman dengan berbagai macam bunga lengkap dengan permainan untuk anak-anak menyerupai sebuah taman bermain anak yang berada di taman bunga. Entah tempat apa ini, yang pasti sangat indah dan keindahannya begitu memanjakan indera penglihatanku.
9.9189.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.8K kali sebagai luster
Tampilkan Ulasan (36)
Baca
+Pustaka
lilis lilis
keren habisss... singkat padat jelas tidak bertele tele. romantis, sedih dan happy ending. tbanyak pelajaran yg bisa dipetik dari kisah ini. terimakasih sudah menyuguhkan cerita yg alurnya seperti kehidupan nyata.
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Baca Semua Ulasan
Alice

Alice

My babu Gatha Gak modal banget lu Aurisat Bodoamat, yang punya aja gak ngomel Lialol Gas kan ae lah, gw juga bosen dirumah Nialos Aku gak ikut, adek ku sakit Aurisat Yaelah ribet amat tinggal telantarin aja My babu Gatha Sesat Lialol 2 Nialos 3 Alice cantik Setuju nih gw sama Auri My babu Gatha Ketuanya aja udah sesat, apalagi anggotanya Alice cantik Kalau mau kerumah gw, mending gak usah ke apart gw aja Aurisat OTW (read) Alice menutup ponselnya ia segera membersihkan badan dan pergi ke apartemennya. Alice memang punya Apartemen sendiri dengan uangnya sendiri, tidak ada yang tau termasuk keluarganya.
105.9K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 207 kali sebagai luster
Baca
+Pustaka
LILY

LILY

Hanya dengan menggunakan sidik jarinya ia bisa masuk ke dalam unit apartemen Lily. Begitu masuk ke dalam aroma campuran vanila dan lavender langsung masuk ke dalam indra pembaunya. Aroma yang sangat memabukkan untuk dirinya. Bagaikan candu yang selalu ingin ia hirup setiap saat. Sepertinya Lily memiliki aroma pengharum ruangan yang sama dengan parfum yang biasanya dipakai. Terlihat sekilas apartemen tersebut rapi dan teratur.
105.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 173 kali sebagai luster
Baca
+Pustaka
Cahaya Mutiara

Cahaya Mutiara

MOBILE LEGEND. Jari jemari mungil Rara terus bergerak pada layar ponselnya. Pandangan matanya terus fokus pada game online yang dimainkannya. "RARA!" Aish..pagi-pagi begini umi sudah teriak saja. Entah apa yg diinginkan umi. "Iya, bentar!" teriak Rara menyahuti. "RARA CEPETAN!"
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai luster
Baca
+Pustaka
AURORA

AURORA

ujarku kembali menanyakan keputusan Aquilla tentang rencanaku. Rencanaku adalah, untuk mengalahkan makhluk yang disenjatai wolverine claws itu, kita harus melumpuhkan parasit di punggungnya. Karena bentuknya yang hampir sama seperti pada sebuah video game yang kumainkan di sela latihan militer.
106.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 206 kali sebagai luster
Baca
+Pustaka
Liara

Liara

Suaranya menuntut, sebab mata Liara tampak berkedip lemah, seakan ingin menutup. "Aku tidak bisa bernapas, Hagan. Kepalaku pusing," lirih Liara. Sekujur tubuh terasa lemas, tetapi jantungnya berdetak sangat cepat. Perempuan itu merasa setengah kesadaran pelan-pelan raib.
9.535.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai luster
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12345
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status