KINASIH
Namun Mariana tak peduli, dia mengangguk dan mempersilakan Siska pergi dengan isyarat tangannya.
Setelah Siska keluar, cepat-cepat pintu kembali ditutup. Mariana berdiri, bersandar daun pintu dan menyentuh dadanya yang terasa pedih. Degup jantung semakin tak berirama, hingga membuatnya berlari masuk kamar dan membuka laci. Mengeluarkan sebuah botol kecil berisi obat berwarna putih. Dia mengambil sebutir dan lekas meminumnya.
"Tuhan, tolong panjangkan umurku. Aku ingin melihat anakku kembali bebas," gumamnya, lalu merebahkan diri di atas ranjang.
Bab Populer