Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dendam Untuk Si Gendut!

Dendam Untuk Si Gendut!

"Saya adalah masa depan kamu" ucap Mario dengan Jenaka. Elin yang tadi sabar menunggu jawaban dari mas-mas ganteng yang di depan nya pun merasa kena prank. "Yeeee.. Apaan sih tuan. !" balas Elin dengan bibir yang sedikit manyun. "Saya itu satu sekolah kamu dulu pas SMA, masa sih kamu tidak mengingat saya padahal saya adalah salah satu most wanted di sekolah kita dulu" kata Mario
9.15.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 158 kali sebagai majas sindiran
Baca
+Pustaka
DIJODOHKAN MAMA

DIJODOHKAN MAMA

potong Mamah Indri dengan nada separuh marah, separuh bercanda. Papah Adrian ikut nimbrung sambil ngelap keringat. “Udah, udah… jangan nyalahin siapa-siapa. Yang penting kita semua sampai sini dengan selamat.” Kakek Yudistira menepuk bahu Reza.
102.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai majas sindiran
Baca
+Pustaka
Kill Me, Love Me

Kill Me, Love Me

Indira menatap tajam membuat Frans mendengus kesal. “Apa yang kamu lakukan sama aku?” suara Fajar mulai terdengar kesal “Apa yang kalian bicarakan?” “Kebodohanmu ketika berhadapan dengan Mariska.” Indira menjawab santai. Fajar membelalakkan matanya mendengar kata-kata Indira “Aku nggak seperti itu.”
6.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 169 kali sebagai majas sindiran
Baca
+Pustaka
WANITA YANG KAU HINAKAN

WANITA YANG KAU HINAKAN

jawabku jujur. “Kamu kira kami orang enggak punya adab, Ta? Main ribut di tempat orang!” ucap Mbak Susi ketus. “Kecuali kalau ada yang mulai, baru deh kita ladeni,” sahut Mbak Ning. “Ya, betul itu. Hari gini sindiran harus langsung dibayar tunai alias kontan, jangan mau diinjak-injak!” kata Mbak Nur. Duh, mereka ini apa enggak sadar. Kalau mereka pun sebenarnya seperti itu.
7.369.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai majas sindiran
Baca
+Pustaka
Kontrak Cinta

Kontrak Cinta

“Aku pikir kamu tidur.” “Pengennya, tapi kamu gangguin.” “Dari tadi aku diem aja, enggak ngapa-ngapain.” “Parfum kamu!” kesal Indira yang langsung menatap tajam Mahesa. “Genit ya kamu sekarang! Pake parfumnya sampai bisa kecium dari planet Mars!”
9.751.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai majas sindiran
Baca
+Pustaka
Mas Duda Yang Dihina

Mas Duda Yang Dihina

Ia malas meladeni wanita yang centil. "Nggak nyesel nih, nggak jawab. Kalau mau besok datang sama aku. Aku nanti bikin kado menarik buat dia. Besar lagi. Jika kamu datang sama aku, kamu bisa membalas tingkah sombongnya Rengagnis dan Weldan. Soalnya aku memberikan kado besar berupa laptop keluaran baru. Mewah kan? Kamu ngad o apa coba?"
101.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai majas sindiran
Baca
+Pustaka
Mas Duda Suamiku

Mas Duda Suamiku

"Suka, katanya aku jadi cinderella, eheheheh, dia menghina tahu, Mas." "Kamu cantik kok, tidak salah dinilai begitu. Oiya, Ren ... besok papa mau umumin ke semua jajaran dan kantor cabang soal kamu yang mau nikah sama aku-" dia jeda sebentar, Rena manggut-manggut tanpa beban. "Itu juga sekaligus jadi pengumuman bulan terakhir kamu kerja di kantor itu," sambungnya. Ting! Sendok Rena terlepas seketika, berdenting hingga menarik perhatian. Dia memang membayangkan menjadi ibu rumah tangga, tapi tidak secepat ini juga.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai majas sindiran
Baca
+Pustaka
PESONA MAS IPAR

PESONA MAS IPAR

Aku yakin, kedua matanya pasti melotot kepadaku. "Hah?" Memangnya apa salah buah singo ini, sehingga tidak boleh dicampur dengan buah bawaan dia? Semahal apa memangnya bawaan dia? Pir Singo juga mahal! "Ada apa sih ini? Kalian ini beranteem mulu," Mama yang tadi pergi ke belakang rumah sebentar kembali masuk. Mungkin mendengar suara Mas Ipar yang keras. "Helena, Ma. Ngupas pir." Sahut Mas Ipar. Suaranya lembut, beda sekali saat berbicara denganku tadi.
106.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 160 kali sebagai majas sindiran
Baca
+Pustaka
 Direndahkan Mertua

Direndahkan Mertua

jawab Marni "Tapi kan uangnya dipegang sama ibu semua. Gimana mau belanja buat suguhan kalau Susi nggak pegang sama sekali?" "Oh, jadi kamu keberatan Kalau uang nya ibu pakai dulu? Lagian, jamaah sedikit aja pake macam macam. Nggak usah pakai beli-beli lagi, boros! Uang itu sudah Ibu kasih sama Rita, anaknya sakit kemarin." "Kok Ibu nggak izin sama Susi? Jamaah sedikit juga kalau suguhannya tidak pantas dan tidak patut itu akan jadi bahan gunjingan, Bu."
103.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai majas sindiran
Baca
+Pustaka
Maid Istimewa Tuan Arrogant

Maid Istimewa Tuan Arrogant

Ara tidak seceria seperti biasanya bahkan sering membuat kesalahan. Saat Ara memasak, masakannya cenderung berasa asin. Sampai Ara kena tegur maid lainnya. Beruntung tidak ada maid senior di dapur pada saat itu. Jika ada salah satu maid senior atau asisten nyonya besar pasti Ara akan kena marah. Bisa jadi Ara akan dipecat.
104.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai majas sindiran
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234568
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status