KINASIH
Dia tak menyangka, neneknya menyimpan luka dari orang-orang yang dia anggap setia.
Amarah Asih mereda. Baginya, sakit yang dia rasa tak seberapa dibanding nenek dan almarhum kakeknya.
Kini, Asih tersenyum, bersimpuh di hadapan neneknya sembari merebahkan kepala di pangkuan wanita itu. Asih mengucap maaf, juga terima kasih yang mungkin tak ada apa-apanya.
"As, kalian lagi ngapain di sini? Udah maghrib lho."
Capítulos em Alta