Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Di ujung penantian

Di ujung penantian

Malika mengambil sweater yang tergantung di belakang pintu kamar lalu segera mengandeng Erlangga dan keluar dari pintu apartemen miliknya menuju ke lift yang langsung menuju ke basement. “Bagai mana kabar kak Awan?” Tanya Malika. “Dia baik-baik saja, hanya saja belum bisa pulang dalam waktu dekat.” Jawab Erlangga. Malika adalah salah satu mahasiswa tingkat akhir di sebuah Universitas negeri di Jakarta, mereka sudah saling mengenal sejak lama. Malika sangat mengagumi Erlangga walau Ia tahu Erlangga hanya menganggapnya seorang adik. Lift yang membawa mereka telah sampai di lantai Basement, kemudianj Erlangga melangkah keluar dari lift sedangkan Malika tetap berada di dalam lift untuk kembali k
1010.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 283 kali sebagai malika kecap
Baca
+Pustaka
Project Darah Malaikat

Project Darah Malaikat

Kelopak mata ini melebar ketika bayangan cairan dengan warna yang sama dalam botol kecil dengan asap aneh itu muncul dalam ingatan. “Dengan dipandang seperti itu, air madu ini gak akan berubah jadi uang,” celetuk Sinna cuek. Aku menghela napas lemah, memandang Sinna dan bersyukur tidak terjadi perubahan apa pun pada cairan kuning ini. “Habiskan!” perintah Sinna ibarat titah paduka yang mulia luar angkasa. Aku mengikuti semua anjuran dengan menghabiskan isi semua peralatan makan yang ada di atas nampan itu.
105.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai malika kecap
Baca
+Pustaka
Petaka Malam Tahun Baru

Petaka Malam Tahun Baru

Marlina tertawa lagi sambil menutupi mulutnya. “Amit-amit deh berjodoh sama dia, Mbak, mending jadi .... “ Aku menggigit bibir dan tak bisa melanjutkan kata. Kata ‘perawan tua’ pun tak pantas untukku yang memang sudah pernah diperkosa secara bergilir dan sudah pernah melahirkan pula. “Ya sudah, saya pamit pulang deh. Terima kasih ya, Riva, Seno.” Marlina bangkit dari kursi dan pamit pergi.
1014.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 290 kali sebagai malika kecap
Baca
+Pustaka
Tears

Tears

Ibell masih keukeuh meminta penjelasan dari Malik. "Masyaalohhh nyesel gue ngomong masalah beginian sana lo, Bell. Serah lo dah mau ngomong apa juga. Lama-lama Gue ngeri setiap berinteraksi sama lo. Jangan-jangan otak lo itu berasal dari kloningan WIKIPEDIA ya?" Malik rasa-rasanya ingin melambaikan tangan ke kamera. "WIKIPEDIA adalah-"
1078.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai malika kecap
Baca
+Pustaka
D E K A P

D E K A P

tebak Alvin. “EMANG!” ucap Rara emosi. “Iya – iya sayang ada apaa?” “Mau ini.” ucap Rara sambil menunjukkan ikan mas koki ranchu. “Lucu ya?” “Ya mangkannya itu aku mau beli.” ucap Rara dengan menunjukkan puppy eyes di depan muka Alvin. “Ya Allah iya – iya ayo beli. Beli di mana itu?” “Beli di suami temen aku. Beli 5 boleh?”
107.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 192 kali sebagai malika kecap
Baca
+Pustaka
Makin Lama Makin Asyik

Makin Lama Makin Asyik

Bhaskoro langsung ambil alih kendali, janji perjanjian itu sudah ‘hangus’ membuatnya ingin cepat-cepat menuntaskan hasrat si siluman jelita ini. Suara kecipak labira mayora warna pink tanpa bulu itu membuat si wanita siluman jelita ini mendongak dengn desahan nyaring, miirp desahan ular kobra bertemu mangsa. Matanya kadang terpejam menatap langit yang mendung dan gelap di awal malam yang berubah dingin dan menyeramkan ini, walaupun ini terletak di jantung ibukota.
1016.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 621 kali sebagai malika kecap
Baca
+Pustaka
Terjerat Hutang Mr. Arogant

Terjerat Hutang Mr. Arogant

Setelah memastikan ruangan itu benar-benar kosong, Malik melangkah mantap melintasi ruang makan menuju dapur. “bi..” panggil Malik. “iya, Den” jawab Bi Mina dari dalam. Ia baru saja menyelesaikan makannya sendiri. “butuh sesuatu?” “Malik cuma mau nanya. Kelapa yang Malik bawa dari desa mana? Tiba-tiba keinget. Jadi pengen minum kelapa muda.” Alasan Malik. “maaf, Den. Nyonya bilang kelapa itu harus kami buang—”
5.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 136 kali sebagai malika kecap
Baca
+Pustaka
Jebakan Cinta sang CEO

Jebakan Cinta sang CEO

sapa salah satu wanita yang menghadiri pesta. Biasanya, jika disapa oleh orang yang beliau kenal, Pak Malik langsung membalas sapaan orang yang bersangkutan. Namun jika beliau tidak yakin dengan nama orang tersebut, dia akan bertanya padaku melalui mimik wajahnya tanpa mengeluarkan suara. “Beliau adalah Ibu Felicia. Kabarnya dia ingin membangun brand kecantikan,” bisikku pada Pak Malik. Pak Bos mengacungkan jempol untukku, kemudian dia tersenyum pada wanita itu. “Malam, Bu Felicia. Penampilan Anda sangat menawan”
1027.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai malika kecap
Tampilkan Ulasan (4)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Shanum Belle
Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca buku ini. Saya sungguh bersyukur atas dukungan kalian. Ngomong-ngomong, buku keduaku di Goodnovel sudah tayang berjudul Jadilah Pedangku, Sayang! Buku tersebut memiliki nuansa yang jauh berbeda dengan buku yang satu ini. Semoga kalian suka.
Baca Semua Ulasan
Kapokmu Kapan, Mas?

Kapokmu Kapan, Mas?

Kapokmu Kapan, Mas? (22b) Tugas pertama Mbok Mina adalah menyuapi Bang Robi dan Miska makan malam. Makan malamnya sengaja kupesan lewat aplikasi ojek online. Aku masih sangat lelah untuk harus keluar mencari makan. Aku memesan empat porsi untuk makan malam kami. "Saya makan biasa saja, Bu." Mbok Mina sempat menolak menu yang kupesankan dengan alasan sungkan.
1079.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai malika kecap
Baca
+Pustaka
Ogan Prajurit Sriwijaya

Ogan Prajurit Sriwijaya

Mauli meletakkan di meja, kemudian ia kembali ke dapur. Ogan mengamati makanan yang baru saja ia lihat tersebut. Kemudian Mauli kembali membawa dua mangkuk kecil yang berisi cairan warna hitam. Ogan terpana dengan dua mangkuk kecil itu.” Apakah itu tuak?” “Bukan!” “Ini adalah cuka, kuah yang digunakan untuk makan pempek ini,” Mauli menyodorkan satu mangkuk. Mauli kemudian mengambil satu pempek lalu ia cocol dengan cuka. “Hemm enak nian! Mauli mengunyah dengan suka cita.
108.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 336 kali sebagai malika kecap
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status