PENDEKAR TAPAK DEWA
“Iya, Kakanda. Memang sebaiknya Kakanda mengajak serta mereka, sahabat-sahabat Kakanda. Oh ya, kelak bawakan Mei oleh-oleh berupa kecapi, ya?”
“Apa itu...?”
“Ya sejenis alat bunyi-bunyian yang dipetik seperti gambo. Tapi kecapi Sinae bentuknya besar dan dawainya banyak.”
“Hm, begitu? Ya, besok akan Kakanda bawakan kecapi yang paling bagus buat Adinda.”
“Terima kasih, Kakanda...,”ucap Meilin lalu menenggelamkan tubuhnya dalam pelukan suaminya.