Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Malam Pertama dengan Dosenku

Malam Pertama dengan Dosenku

Tidak mengerti dengan maksud ucapan mama mertua. "Ma–maksud Mama gimana?" Aku memberanikan diri bertanya. Wanita pemilik senyum berlesung itu menarik bibirnya ke samping. Membentuk lengkungan manis menciptakan kesan ramah untuk siapa pun yang melihatnya. "Mama mau nanya deh, kamu sebenarnya cinta nggak sama Kai?" tanya Mama mengalihkan pembicaraan dan seketika membuat seluruh tubuhku meremang.
1060.1K viewsCompletedAdded to Library 1.6K Times as mama kau
Read
+Library
Pesona Cinta Sang CEO

Pesona Cinta Sang CEO

[ Dewa, kamu dengerin mama ngomong apa nggak ] [ Iya, Mamaku Sayang yang paling cantik ] [ Mama mau lihat, apa ada orang selain kamu di situ ] [ Nggak ada lah, Ma. Dewa kan sendirian ] [ Kamu nggak lagi bohongin, Mama kan ] [ Enggak, Ma ] [ Ya sudah, udah malam mama mau tidur ] [ Lah siapa suruh malam-malam pake acara video call segala ] [ Kamu tuh ya .... ]
1040.5K viewsOngoingAdded to Library 1.5K Times as mama kau
Read
+Library
MAU KAN, JADI MAMA DIRA?

MAU KAN, JADI MAMA DIRA?

"Ponyo mau ketemu mama. Dila bilang kalau mama itu mama paling cantik seduuuniaa!" Maya tersipu, mencubit pelan pipi Dira gemas. Tahu 'kan kalau anak-anak selalu jujur? "Kakak 'kan memang cantik!" bangganya pada diri sendiri. Dira kembali bersemangat. Ditatapnya Maya dengan penuh kebahagiaan. "Tadi Dila sedih kalena Mama tidak ada di sekolah. Tapi sekalang Dila senang bisa ketemu mama lagi."
108.2K viewsOngoingAdded to Library 310 Times as mama kau
Read
+Library
Perbaiki Hidup Mama!

Perbaiki Hidup Mama!

“Masih saja mau pakai gaun itu? Memangnya tidak sayang kalau pemberian Ayah nanti rusak?” “Ah, aku baru saja berhalusinasi, ya?” “Hahaha.” “Padahal aku ingin—“ “Maafkan aku, Mama” ***
103.2K viewsOngoingAdded to Library 112 Times as mama kau
Read
+Library
Ku Kira Kau Rumah

Ku Kira Kau Rumah

Di pandangnya lekat lekat wajah sang mama, senyum pria kecil itu memudar saat melihat kedua mata Alina. "Mama habis nangis ya, kenapa mata mama menjadi seperti ini?." Tangan mungil itu menyentuhn wajah alina. "Tidak sayang, ini karena mama habis makan pedas jadinya begini deh." Mata David berkedip dengan lucu, mencerna Ucapan sang mama. "Emangnya kalau makan pedas mata mama akan menjadi seperti ini?." Alina menganggukkan kepalanya dengan mantap, menjawab pertanyaan anaknya itu.
2.3K viewsOngoingAdded to Library 87 Times as mama kau
Read
+Library
PAPA MUDA

PAPA MUDA

Wajah mungil itu banyak berubah setelah waktu berlalu begitu lama. "Sayang ... ini Mama. Apa Gala tidak ingin memeluk Mama?" ucap Arista kedua kali sembari tetap melangkah maju. Gala mulai mengingat pesan sang papa dan juga nenek. Pesan untuk menghormati setiap orang yang lebih tua, apalagi wanita di depannya mengaku sebagai mama. Meskipun tahu bahwa hari ini adalah waktunya kedatangan sang mama, tetapi hati tidak bisa berbohong jika masih memerlukan adaptasi. Dengan ragu, langkah kecilnya mulai mendekat pada wanita yang memanggil dirinya Mama. Jauh di dalam hati ada setitik kerinduan tentang sosoknya.
108.9K viewsCompletedAdded to Library 177 Times as mama kau
Read
+Library
Kejar Target, Bang!

Kejar Target, Bang!

“Duh, maaf ya, Kai. Caca jadi manja banget gitu sama kamu.” Mendengar celetukan Mama membuatku segera menoleh pada wanita yang saat ini sedang tersenyum. Entah apa arti dari senyumnya itu. Yang jelas aku melihat Mama sempat mengedipkan sebelah matanya. kembali mengarahkan pandangan pada Kak Kai, aku mengulurkan tanganku bermaksud meminta nampan dalam pangkuannya. “Makan!”
102.2K viewsOngoingAdded to Library 57 Times as mama kau
Read
+Library
Kupinang Kau Walau Tak Berayah

Kupinang Kau Walau Tak Berayah

Pekik Maira membuat pria yang sudah diliputi ga*rah itu tertawa dengan pandangan mengerikan yang nampak sekilas dari cahaya luar jendela yang remang. "Teriaklah sekencang mungkin menyebut nama Ibumu dan Tuhanmu, Humaira! Mereka tak akan datang," ucapnya dengan seringai dan mata tajamnya yang berkilat dibawah cahaya yang menerobos dari luar jendela. "Tidak, Om! Jangan apa-apakan Ibuku!" pinta Maira dengan derai air mata yang masih mengalir deras. Tidak ada yang boleh melukai Ibunya.
1.8K viewsOngoingAdded to Library 49 Times as mama kau
Read
+Library
Aku bukan yang Pamanku Mau

Aku bukan yang Pamanku Mau

ucap Tria sambil tersenyum tipis. “Hai, Raiya. Aku Manda, teman Paman kamu. Aku nggak menyangka kamu adalah pasangan Voremon Tria. Rasanya seperti keajaiban bisa melihatmu di sini,” kata Manda dengan suara hangat, sambil tersenyum ramah. “Hai, Bibi,” jawabku, sedikit ragu tapi mencoba menenangkan diri.
505 viewsOngoingAdded to Library 16 Times as mama kau
Read
+Library
Sampai Kau Ingat Aku

Sampai Kau Ingat Aku

sungut Papa Naya menimpali ucapan istrinya. Mama Naya terkekeh, “Ya sih. Ya udah, tolong panggilin aja ya, biar cepet. Mama udah laper. Kami tunggu di ruang makan.” Katanya sambil menatap Arkan. Arkan mengangguk lalu beranjak. “Baik, Mah. Aku panggil Naya dulu,” jawab Arkan dengan nada sesopan mungkin, berusaha menyembunyikan getaran emosi yang masih tersisa di nadinya.
102.1K viewsCompletedAdded to Library 75 Times as mama kau
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status