Karma Sang Penggoda
Mamah menatap bengis dengan nafas terengah-engah.
"Biadap kamu, Mahesa! Anak sendiri sampai tahu kebusukkanmu!" Sembur Mamah, lalu menghajarku habis-habisan. Mamah menarik rambutku dengan kencang, memukul wajahku berulang kali. Aku mencoba menghalaunya dengan tangan, agar serangan tak terlalu telak mengenai wajahku.
"Sudah cukup! Ini rumah sakit, malu dilihat orang!" Bentak Papah sambil memegangi tubuh istrinya dibantu dengan Pak Dody.
Hot Chapters