Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
JENTERA SAKTI DAN MUSTIKA UDARATI

JENTERA SAKTI DAN MUSTIKA UDARATI

Tanya Ganika di dalam hati Sungai itu memang mengalir menjauhi pusat perkemahan prajurit Medang di Utara. Sungai itu terus mengalir ke Selatan menuju tempat bernama Randu Gumbala. Ganika sadar bahwa ia belum sepenuhnya lolos dari bahaya karena semua Sungai menuju muara, dimana semua muara Sungai besar pasti berbuaya. “Aku harus segera berenang ke tepian. Supaya darah di tubuhku tidak menarik binatang buas mengejarku.” Kata Ganika.
103.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai mandala dari sungai ular
Baca
+Pustaka
Man Legend: Dewa Pelindung & Titisan Ratu Selatan

Man Legend: Dewa Pelindung & Titisan Ratu Selatan

Ia mulai melihat bayangan bayangan yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Di dalam kegelapan batinnya, Rara melihat siluet seperti ular yang sangat panjang meliuk di sepanjang sungai, ia melihat delapan pasang mata merah yang mengintip dari kegelapan, ia melihat ekor ikan yang besar menyelam di sebuah sungai yang lebar, ia melihat sebuah pulau yang bergerak, dan terakhir ia melihat sosok wanita yang duduk di atas teratai emas. "Apa ini?" gumam Rara.
10759 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai mandala dari sungai ular
Baca
+Pustaka
Tidak Ada Sungai yang Berbalik Arah

Tidak Ada Sungai yang Berbalik Arah

Di Kota Ark ada sebuah tradisi, yaitu jika pengantin pria membiarkan kapal pengantinnya melewati 9 pintu air dalam keadaan kosong, keluarga dari garis keturunannya akan kehilangan rumah leluhur mereka. Ketika baru melewati pintu air pertama, pengantinku priaku, Vino, melarikan diri dari pernikahan. Namun, saudara kembarnya, Nino, justru melompat ke atas kapal dan menggantikannya mengayuh melewati 8 pintu air yang tersisa. Saat penutup kepala merahku disingkap, kedua tangan Nino sudah berlumuran darah. Dia mencibir dan berkata, “Kecewa karena yang kamu lihat bukan kakakku?” Aku menggeleng, tetapi dia justru mengira aku sedang berbohong. Selama 6 tahun pernikahan kami, setiap malam dia tidur d
404 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 10 kali sebagai mandala dari sungai ular
Baca
+Pustaka
Mayat di Atas Ranjang

Mayat di Atas Ranjang

Singkatnya, jarak Sungai Ratapan dengan tempat mereka berdiri bisa saja lebih dekat dari tiga meter atau malah sebaliknya, sangat jauh hingga tidak tahu berapa lama lagi waktu yang mereka butuhkan untuk tiba di sana. Namun yang menjadi masalah, yang membuat mata satu Nurlaila terbelalak bukanlah jarak sungainya, tetapi apa yang ada di dalam sungai. Dari jarak itu Nurlaila bisa melihat sesosok besar makhluk menyerupai kura-kura ada di tengah-tengah sungai. Bukan kura-kura biasa tentu saja. Selain badannya yang luar biasa besar sehingga memenuhi badan sungai, kura-kura itu juga memiliki banyak kepala berbentuk ular. Total jumlahnya ada tujuh kepala, menjulur keluar dan menggegeliat-geliat geli
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai mandala dari sungai ular
Baca
+Pustaka
Perjalanan Waktu Sang Penjelajah Takdir

Perjalanan Waktu Sang Penjelajah Takdir

Bau asap yang masih tersisa dari serangan malam sebelumnya bercampur dengan aroma tanah basah, menciptakan rasa tidak nyaman yang sulit diabaikan. Saat Raka duduk di tepi sungai, ia merasakan getaran aneh di udara. Air sungai tiba-tiba bergerak lebih deras, menciptakan riak-riak kecil yang tidak alami. Dari kedalaman air, muncul sosok besar yang bersinar samar—Naga Niskala. Tubuhnya panjang dan berkilauan seperti emas cair, matanya berkilat dengan cahaya mistis yang sulit dipahami.
104.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 121 kali sebagai mandala dari sungai ular
Baca
+Pustaka
Sang Naga Bumi

Sang Naga Bumi

Semua orang berusaha menghindari cairan tersebut ketika mereka terluka, bahkan bagi prajurit seperti Qin Guan sekali pun. Pemuda itu hanya bisa mengangguk menurut dan meminum toniknya hingga habis. “Kenapa pahit sekali?” “Itu hanya air dan ramuan yang dicampur dengan empedu ular, kenapa kau mengeluh?” Qin Guan mengerutkan keningnya untuk sesaat, tidak ada niatan untuk mendebat wanita itu. Dia meletakkan mangkok toniknya dan mengenakan mantel bulu sebelum pergi menemui Mei Ling.
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai mandala dari sungai ular
Baca
+Pustaka
Pendekar Ular Emas

Pendekar Ular Emas

ucap ular itu yang sudah terlanjur kesal. Ia akhirnya memperkenalkan dirinya sebagai sang dewa ular, Long Wang. Ia dijuluki sebagai nenek moyang para ular dan menjadi salah satu peliharaan atau wahana para dewa nirwana. Kesaktiannya tidak perlu ditanya lagi. Ia sangat sakti hingga dijuluki Dewa Ular Emas. "Oh, begitu." Pemuda itu sama sekali tidak terkesan.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai mandala dari sungai ular
Baca
+Pustaka
BALADA SANG MANDARA

BALADA SANG MANDARA

Dia turun dari kudanya lebih dulu dan langsung merasakan uap beracun yang masih membekas diudara. "Tutup jalan pernapasan!" seru Mandara Sofraz seraya berlari di tengah kerumunan. Dia melihat makhluk itu disana, sedang mengamuk dengan hebat ditengah-tengah pemukiman. Memangsa manusia yang tak sempat menghindar dari sambaran mulutnya. Sementara Tirza berlari, dia melihat ratusan panah yang dilepaskan para ksatria menyerbu di udara, mengincar setiap inci tubuh ular raksasa itu. Namun sayangnya semua panah mental dan berpatahan begitu mengenai sisiknya yang atos.
4.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 141 kali sebagai mandala dari sungai ular
Baca
+Pustaka
Sang Pemburu Naga

Sang Pemburu Naga

"Terserah kalian mau memercayaiku atau tidak, tapi aku memang sudah dikejar oleh serigala tutul selama belasan kali, dan aku selalu lolos begitu memasuki sisi selatan lembah. Di sana merupakan sarangnya berbagai macam bunga. Sebelumnya serigala tutul itu masih mengejarku, tapi saat melewati bagian yang dipenuhi aroma melati, serigala tutul itu langsung mundur." "Bukankah di daerah selatan terkenal dengan harimau berekor ular? Bagaimana kalau serigala tutul itu mundur karena mengetahui dirimu akan menjadi mangsa empuk bagi harimau berekor ular itu?" terka Shim Gyeong skeptis.
102.9K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai mandala dari sungai ular
Baca
+Pustaka
Para Pendekar dari Sungai Kembar

Para Pendekar dari Sungai Kembar

“Kadang-kadang kau terlalu banyak berpikir.” “Kadang-kadang?” “Jangan besar kepala.” Borise tertawa. Sementara mereka berjalan, persoalan yang jauh lebih besar sedang bergerak dalam diam. Perpecahan di Gunung Mohua bukanlah kejadian yang muncul secara kebetulan. Ada kelompok yang sejak awal menginginkan kekacauan di dunia persilatan. Kelompok yang sama pernah bergerak di sekitar Gunung Sungai Kembar dan berusaha menciptakan teror di sana.
111 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3 kali sebagai mandala dari sungai ular
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status