Tukang Pijat Tampan
Meski dia hanyalah salah satu anak buah papanya, namun pembawaannya seolah mengatakan bahwa Adit adalah seorang pemimpin alami; auranya memancarkan kepercayaan diri dan kewibawaan yang jarang dimiliki pria seusianya.
"Kenapa aku baru sadar ya..." gumam Dinda dalam hati sambil terus memperhatikan tengkuk Adit yang terlihat kokoh.
Di tengah perjalanan yang agak macet, ponsel Dinda berdering. Nama "Mama" muncul di layar. Ia mengangkatnya dengan satu tangan sementara tangan lainnya tetap memegang Yoga.
"Halo Ma?"
"Dinda, sayang. Mama sama Papa nggak jadi pulang hari ini. Ada urusan mendadak di Surabaya. Mungkin baru pulang lusa," suara Nyonya Inara terdengar jelas dari speaker.