Terbaik Menurut Takdir
Namun tak mengapa, dari pada bapak-bapak ubanan, yang selalu terbayang-bayang dipikirkannya itu.
Malam itu Brayn terlihat sangat tampan dan dewasa. Kemeja biru tua yang melekat di tubuh atletisnya, sangat kontras menyatu dengan warna kulit putihnya. Rambut hitam pekat tertata sangat rapi, rahang kokoh dan mata elangnya menambah aura yang terpancar dari pemuda itu. Akan tetapi, karena rasa tidak suka Clarisa terhadap Brayn, membuatnya tidak dapat melihat kelebihan yang terdapat pada diri pria tersebut, sesuatu yang menjadi bahan rebutan gadis-gadis di luaran sana.
Hot Chapters