Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Cermin Malapetaka

Cermin Malapetaka

Dudag dudag dudag dudag Dudag dudag dudag dudag suara pijakan gerombolan kaki kuda yang mengejar dokar pembawa jabang bayi kerajaan semakin jelas terdengar. Dayang sudah begitu panik berada di situasi yang sedang dialaminya. “Ah tanganku kram,” teriak supir dokar pada dayang dengan penuh kecewa pada dirinya sendiri. Mengapa disaat segenting ini tangannya harus kram. Sungguh teramat sangat menyebalkan.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 122 kali sebagai mas terang
Baca
+Pustaka
MADU HITAM

MADU HITAM

Api merah menyala melalap kayu bakar, sementara mereka terbahak-bahak merayakan kemenangan. Tangan lentik Alinka meraba keningnya yang terasa sakit dan bercucuran darah segar. Kepalanya sangat pusing. Ia berusaha membuka matanya lebar-lebar, menatap sekeliling. Air matanya jatuh membasahi pelupuk mata. "Justin," kata Alinka, berjalan tertatih-tatih memeluk anaknya.
897 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 32 kali sebagai mas terang
Baca
+Pustaka
Pria Tampan di Mimpiku Ternyata Suami Orang

Pria Tampan di Mimpiku Ternyata Suami Orang

“Yang kayak garis horizontal?” “Yup. Di atasnya ada Betelgeuse, warnanya lebih hangat, agak jingga. Di bawah ada Rigel, lebih putih terang. Kanan sana... Canis Major, rasi anjing besar. Ada Sirius, bintang paling terang malam ini.” Sukma ternganga. “Kamu baca dari mana semua itu?” Fikri mengangkat bahu. “Dulu suka baca buku langit. Nggak ngerti kenapa, tapi rasanya seru.”
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai mas terang
Baca
+Pustaka
DiaLangit

DiaLangit

Ku bersyukur memiliki kamu Ku bahagia ada di sampingmu Hati ini terasa tenang Bila kau selalu bersama diriku Ku terima kekurangan kamu Kau terima kekurangan aku Lengkapi lah lembar jalan ku Untuk mengarungi di setiap langkahku Menatap satu sama lain. Menyelami mata satu sama lain itu berlangsung cukup lama. Sepertinya keduanya enggan untuk saling melepas kontak mata yang menciptakan ketenangan bagi masing-masing hati keduanya. Tanpa mereka berdua sadari, kontak mata mereka menciptakan suasana hening yang mengandung sisi romantis untuk penghuni kelas X IPS 2. Bahkan, beberapa dari mereka ada yang menggigit jari lantaran gemas dengan situasi hening nan romantis itu.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai mas terang
Baca
+Pustaka
Mata Ketiga

Mata Ketiga

tutur halus sang ibu. Lydia terlihat masih sibuk dengan barang bawaannya. Terlihat satu tas ransel cukup besar serta sebuah travel bag warna merah siap dibawanya. Ibunya yang sedari tadi memperhatikan Lydia senyum-senyum sendiri. Dia berharap masa depan anak gadisnya itu lebih cerah saat pindah ke Jawa. Khususnya keistimewaan dari Lydia yang memiliki ‘Mata Ketiga’ karena dapat melihat penampakan makhluk halus, semoga tidak menghalanginya meraih cita-cita di kemudian hari.
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai mas terang
Baca
+Pustaka
Terjerat Hasrat Bos Baru

Terjerat Hasrat Bos Baru

Marissa melihat sinar lampu mobil begitu terang menyoroti tubuhnya hingga matanya tidak bisa meminta dengan jelas karena silau. "Minggir! Apa kau ingin mati tertabrak mobil?"
1010.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 414 kali sebagai mas terang
Baca
+Pustaka
TERIMA KASIH SUDAH MEREBUT SUAMIKU

TERIMA KASIH SUDAH MEREBUT SUAMIKU

“Listrik yang arah ke rumah Abangmu kelihatannya sedang padam.” Aku tersenyum lalu membenarkan apa yang dikatakan Mbak Mayang. Di depan sana memang tampak gelap. Tidak ada lampu penerang. Ini lebih memudahkan gerakan kami. Terlebih, malam ini masuk hitungan tanggal tua bulan Komariah. Sudah barang tentu tidak ada sinar rembulan jam segini.
1063.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai mas terang
Baca
+Pustaka
MAS, KAWIN YUK?!

MAS, KAWIN YUK?!

Diakui atau tidak, pembelajaran tersebut sangatlah membantu. “Mataku nggak bermasalah loh, Mas.” “Berarti punya Mas yang bermasalah, Yang. Karena kalau menurut kamu, kamu gendutan, bagi Mas kamu selalu kelihatan cantik sampai-sampai Mas tambah cinta setiap detiknya.” “Iyuh! Nggak nyambung layaw! Nanya apa dijawabnya apa. Dasar Om-Om nggak jelas!”
106.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 232 kali sebagai mas terang
Baca
+Pustaka
Laskar Dewa Sitija(Sang Yadawa Terakhir)

Laskar Dewa Sitija(Sang Yadawa Terakhir)

Terasa lengang, sunyi, gelap dan terasa hampa. "Lihatlah benda -bulat yang mengelilingi cahaya menyilaukan itu. Kakang, Benda bulat yang hanya membuat ukuran Kita tampak sangat kecil seperti sebutir debu.Benda bulat yang suatu sa'at Manusia menamakannya Planet. Dan ketika mengelilingi pusat cahaya itu juga akan dinamakan Orbit lalu pusat cahaya yang dikelilinginya adalah Matahari.Kaum kita menyebutnya Candradimuka Kakang Sitija."ujar Raden Wisangkantha
7.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 165 kali sebagai mas terang
Baca
+Pustaka
Perfect Game

Perfect Game

Dan bola itu tiba tiba bersinar sangat terang [Shining Dream] membuat lawan yang melihat dengan jelas dan paling terang akan membuat pikiran lawan kacau, setidaknya lawannya akan mengosongkan pikiran, atau kacau dan paling parah akan tertidur karena pikiran nya lelah. Satrio tiba tiba menghentikan gerakannnya itu karena melihat cahaya terang dari bola milik Dabot. Dabot yang memanfaatkan kesempatan itu mengangkat Satrio dengan kakinya ke atas. Dabot membuat gergaji mesin dengan kedua tangan besinya, dan memutar gergaji. Kemudian terbang dengan peluncur di kakinya dan kemudian menebas Satrio dengan gergaji dan terus menerus menebas Satrio yang mengudara. Jeda sebentar, Dabot masih mengudara
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai mas terang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status