PEMBALASAN UNTUK SUAMI TIDAK TAHU DIRI
Sisa enam ratus ribu akan aku pergunakan untuk kebutuhan bekal keempat anakku yang masih menunjang pendidikan sekolah.
Setelah selesai berbelanja, aku langsung pulang dan menuju dapur. Kedua tangan ini sangat lihai mengerjakan tugas memasak. Perlahan, potongan daging ayam terbelah mencincang hingga menjadi banyak potongan. Kemudian, aku merebusnya di dalam panci yang sudah terisi air bersih. Selain itu, aku juga menggoreng tahu dan tempe. Makanan yang paling aku dan anak-anak sukai. Tidak dengan Mas Hilman.
''Kenapa harus ada tahu dan tempe sih, Dek? Ibu nggak suka makanan itu! Kenapa nggak goreng ikan saja?'' tanya Mas Hilman secara tiba-tiba sudah berada tepat di sampingku.