SUAMIKU KEKASIH IBUKU
Mata sembab, bibir kering.
"Kenapa Mama pergi? Apakah yang terjadi denganmu, Ma? Apa saat ini kamu baik-baik saja?" bisiknya lirih. "Kenapa semua ini harus aku tanggung?"
Air mata turun satu-satu, membasahi gemerlap cristal di dadanya. Gandes menggigit bibir bawahnya, mencoba menahan suara tangis agar tak terdengar keluar. Tapi tangis itu terus saja muncul, lembut, nyaris tanpa suara, seperti hujan yang jatuh diam-diam di tengah malam.