Kapokmu Kapan, Mas?
"Oh, ya udah, gak apa-apa, Bu. Istirahat saja. Saya mau nutup gerbangnya dulu, ya."
Aku mengangguk.
Pria itu lantas berjalan untuk menuju gerbang masjid. Akan tetapi, belum juga langkahnya menjauh dariku, aku memanggilnya.
"Pak, maaf, kalau boleh tau, ada acara apa, ya, Pak di dalam?"
"Oh ... mau ada tahlilan, Bu."
"Dalam rangka apa, Pak?"
"Oh, kayaknya tahlilan kirim doa untuk warga sini yang belum lama ini meninggal. Keluarga yang pakai mobil itu." Pria itu menunjuk mobil Bang Robi.
Hot Chapters