Penyesalan Seorang Suami
Lagi-lagi Mas Prabu menghembuskan napas panjang.
"Aku dan Ibu pun pernah melakukan suatu kesalahan. Kesalahan yang begitu fatal. Aku tau apa yang kamu rasakan disaat memutuskan untuk berubah, kami juga pernah merasakannya. Merasa kecewa denganmu memang iya, manusiawi menurutku. Akan tetapi, lambat laun kami memutuskan untuk berdamai dengan kenyataan. Memaafkan semua orang yang pernah menyakiti kami, kamu misalnya. Mudah-mudahan ... dengan memaafkan kesalahanmu, Kelak ... saat bertemu dengan Syifa, dia juga berkenan memaafkan kami ...."