Ketika Musuh Bebuyutan Menawarkan Pernikahan
Ia membalikkan badan, baru satu langkah Amel pergi, tangan Anton meraihnya, menariknya ke dalam pelukan dan memelukknya erat-erat.
"Lepas!" Amel berontak, suaranya tercekat, namun Anton bukannya melepaskan, ia malah mempererat pelukan itu.
Tangis Anton pecah, dihantam jutaan rasa bersalah yang terus mendesaknya sampai dada Anton terasa begitu sesak. Bukan hanya Anton yang sesegukan menangis, akhirnya tangis Amel pun ikut pecah. Ia meraung dalam pelukan Anton, pasrah dipeluk lelaki itu, seperti biasanya.
Hot Chapters