Lembaran Baru Tanpa Bayang Masa Lalu
Melihat wajahnya yang pucat, aku mengucapkan kata demi kaca,
“Steve, kamu sendiri yang memadamkan semua harapanku, membunuh anakku, memaksa ibuku hingga kehilangan nyawa. Hutangmu padaku, tak akan pernah bisa terbayarkan seumur hidup ini.”
“Aku kembali dari ambang kematian bukan untuk rujuk denganmu, tapi untuk menjauh darimu selamanya.”
“Kalau kamu masih punya sedikit hati nurani….”
Aku mengangkat tangan dan menunjuk ke arah gerbang halaman, lalu melanjutkan,
“Pergilah. Tempat ini nggak menyambutmu. Mulai sekarang, hidup dan mati kita tak akan lagi berhubungan.”
Bab Populer