Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
DENDAM

DENDAM

Dendam Part4 Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit, Mamah kembali sadar, namun Mamah teramat membuat aku dan Papah semakin khawatir. Mamah terus meracau dan menyebut-nyebut nama Alena, perasaan hati ini semakin tidak karuan. "Alena ..., Alena, jangan tinggalkan Mamah, Nak. Jangan ..., Mamah tidak kuat, tidak kuat jika harus kehilangan kamu, Nak."
1024.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 594 Beses bilang mendongak
Read
+Library
Senandika

Senandika

Haikal : Cabut aja lah kalau emang gak ada Jevano : Iya nggak ada, udah empat hari katanya rumahnya kosong Hayden : Pindah apa gimana lo Ra @Shera Jevano : Liat aja hari Senin gimana Regar : Kita udah mau lulus, yakali pindah Mahesa : Liburan kali Haikal : Liburan mah harusnya izin Felix : Van sini nyusul lah, warkopnya Hasung Felix : Mabar kita Jevano : Otw
2.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 101 Beses bilang mendongak
Read
+Library
Ujung Koridor

Ujung Koridor

Ia tentu harus basa-basi dulu bukan, agar akrab. "Mau nanya apa?" tanya Dion cepat. "Lo pindah kesini karna apa??" tanya Airin basa-basi. Dion tampak berfikir sejenak, "Otak gua udah gak kuat ada dikelas Ipa. Gua yang pengen pinter malah tambah jadi bego. Yaudah, gua memutuskan untuk pindah dan tentunya gua maunya disini karna... disini ada cwek cantik, yaitu elu." jawab Dion asal. Airin memutar bola matanya malas. Bisa-bisanya ia menggombal disaat orang mendengarkannya serius.
102.9K viewsOn holdIdinagdag sa Library 71 Beses bilang mendongak
Read
+Library
Istri Kecil Om Dingin

Istri Kecil Om Dingin

"Kok Mama gitu sih! Devan penasaran, Daddy kenapa?" "Nggak apa-apa, Sayang. Eh, Sayang, lihat itu!" Emily menunjuk Monumen Nasional yang biasa disebut Monas saat mereka melewatinya. Sengaja melakukannya agar Devan tidak mempermasalahkan masalah tadi terus menerus. "Wah bagus sekali ya, Ma." "Iya." "Devan mau ke sana, Ma," ucap Devan. Emily tersenyum. "Iya, kapan-kapam kita ke sana, ok. Sekarang kita ke rumah sakit dulu, kita jenguk Opa."
9.9123.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 4.6K Beses bilang mendongak
Read
+Library
LEAK

LEAK

*** Jejak kaki : *Simpang = Mampir *Adi tumben, tepuk dini = Wah tumben, ketemu di sini *Astungkara = Ucapan pengharapan *Tyang = Saya *Dadong dagang canang = Nenek penjual canang *Gayatri Mantram = Doa pelindung *Puja Trisandya = Doa pemujaan untuk Tuhan *Sanggah = Tempat persembahyangan untuk kasta biasa
9.916.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 573 Beses bilang mendongak
Read
+Library
BABU MILYARDER

BABU MILYARDER

Nur mendekatkan telinga dekat ke wajah Akong. “A-kong ma-u disa-yang,” ucapnya terbata-bata. "Ha? Nggak salah denger gua?" Mendelik. “Maksudnya kong?”Kembali Nur mendekatkan telinga di wajahnya “Ci-um” katanya sambil tertawa. "JABANG BAYIK!!!" Nur berteriak keras. "Sudah uzur, bau tanah, masih kegenitan minta cium?? Gua bejek juga nih si Akong!" Geram.
1079.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.7K Beses bilang mendongak
Read
+Library
Raja Baru untuk Dunia Kegelapan

Raja Baru untuk Dunia Kegelapan

"Kita hampir sampai." Yuan mengerjapkan mata, mengusir titik-titik air yang mengaburkan pandangannya. Napasnya tercekat. Di kejauhan, puncak Pegunungan Jade menjulang angkuh, berkilau keemasan di bawah sinar mentari. Namun, bukan itu yang membuatnya terpana. “Astaga, Kak! Itu ... itu Kota Naga?” serunya, suaranya bergetar penuh kekaguman.
107.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 218 Beses bilang mendongak
Read
+Library
Terjebak Hasrat Dua Tuan Muda Dewangga

Terjebak Hasrat Dua Tuan Muda Dewangga

"Saya ingin ke tempat yang cukup menantang. Matahari sepertinya mulai memecah kabut, Tuan... Ayo ke sini. Bukit Gancik." ​Dewangga mengernyit saat melihat foto-fotonya. Itu adalah jembatan bambu yang menjulang tinggi di lereng Merapi, menawarkan pemandangan langsung ke kawah dan lembah yang curam. Indah, tapi sangat ekstrem.
103.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 93 Beses bilang mendongak
Read
+Library
Dendam yang Tak Terlupakan

Dendam yang Tak Terlupakan

"Mela, mantan pacarmu itu sedang berbulan madu di Maladewa! Dia memamerkan kehidupan pernikahannya sekarang," Damar melihat foto-foto itu. Ia mengenali gaun mahal yang dipakai Mela dan cincin berlian yang melingkar di jari manisnya. Itu adalah cincin yang sama dengan cincin yang pernah dia lihat di toko perhiasan ternama. Tentu saja harga cincin itu sangat mahal karena limited edition. Hatinya sedikit bergetar. Sebuah perasaan aneh muncul dalam dadanya. Campuran antara iri, penyesalan, dan kekaguman. Damar tidak pernah menyangka Mela akan bangkit dan memiliki pria lain.
854 viewsOngoingIdinagdag sa Library 28 Beses bilang mendongak
Read
+Library
Bara Dendam Sang Prabu Boko

Bara Dendam Sang Prabu Boko

Karasak, Bukit Pengamatan Gendaren Di puncak bukit Gendaren yang agak jauh, tetapi cukup strategis untuk mendapatkan panorama penuh dari gemuruh pertempuran, Wiku Amasu duduk bersila di atas batu besar. Sebatang ilalang menari-nari di sela bibirnya, sementara matanya yang menyipit penuh minat mengikuti setiap gejolak di bawah. Gelombang raksasa air yang dipimpin Rukma bagai naga biru mengamuk, menghantam balik peluru-peluru api yang dimuntahkan oleh Mpu Kumbayoni. Kabut mendidih berpadu dengan kepulan asap, menciptakan pemandangan yang tak biasa di pagi hari.
102.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 62 Beses bilang mendongak
Read
+Library
PREV
123456
...
10
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status