Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Dahlia, Ketika Istri Membalas

Dahlia, Ketika Istri Membalas

Tristan lalu menyodorkan segelas air putih kepada Dahlia. "Air siapa nih?" tanya Dahlia "Air minum gue, itu belum sempat gue minum." kata Tristan. "cuman air minum saja? gak ada cemilan gitu?" Dahlia malah menjahili Tristan "Cemilan nya yang ko bawa saja." kata Tristan sambil menunjuk ke arah plastik yang dibawa oleh Dahlia tadi. "ckk, punya Tante ini." kata Dahlia kesal. Lalu Dahlia bangkit menuju dapur untuk menyimpan kue basah tersebut.
1.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 43 Beses bilang menyentil dahi
Read
+Library
Hasrat Terlarang Paman Suamiku

Hasrat Terlarang Paman Suamiku

Dahi itu panas, basah oleh peluh. Lena buru-buru ingin menarik tangannya kembali, namun tiba-tiba mata Neil terbuka. Tatapan redup pria itu langsung menembusnya. "Jangan dilepas..." suara Neil terdengar serak. "Ya?" Lena mengerjap bingung. "Tanganmu... jangan dilepas," bisik Neil dengan nada lemah. "Aku merasa lebih baik saat tanganmu menyentuh keningku."
1040.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.6K Beses bilang menyentil dahi
Ipakita ang mga Review (21)
Read
+Library
J Shara
Hai Semua. Jangan lupa mampir juga di buku baruku berjudul, "Tolong Perlahan, Dokter Nate!" yang judul awalnya "Ajari Aku Bercinta, Dokter Nate!" menceritakan tentang seorang penulis cerita dewasa yang melakukan praktek "panas" bersama ahli seksologi demi bisa menulis adegan dewasa. Happy reading^^
Sylvia Citra
kak, kenapa jalan ceritanya berubah setelah lena pergi ninggalin neil atas suruhan mantan mama mertuanya? kan awalnya neil udah tau, neil sendiri yg anter lena ke dokter. kok sekarang jadi ga tau kalo lena hamil? malah nanya hamil anak siapa lagi? kan kesel!
Basahin ang Lahat ng Review
DOSA TERINDAH

DOSA TERINDAH

“Kamu tau nggak tadi aku bawain dia oleh-oleh apa?” Aku menggeleng penasaran. “Aku bawain coklat Silver Queen.” Dia tersenyum lebar. “Hah? Apa-apan kamu, Pi!” “Kamu mau tau lanjutannya, nggak?” “Apa lanjutannya?” “Hendra heran ngeliat aku bawain SilverQueen, terus aku nanya dia ada ingatan apa tentang benda itu. Dan sialan mantanmu itu, Ay. Dia nggak ingat sama sekali.”
9.8211.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 6.8K Beses bilang menyentil dahi
Read
+Library
Hati Yang Tak Pasti

Hati Yang Tak Pasti

ujar Jesatya kemudian. Daisi bergumam panjang dan ikut menoleh kepada papan menu. Tak lama, ia kembali menatap Jesatya dengan antusias. “Ya udah, Americano it is.” “Lah,” Jesatya tertawa. “Gimana sih.” “Baru inget kalau lo enggak suka manis-manis kata Rena.” ujar Daisi sambil menuliskan nama Jesatya pada cup-nya.
101.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 39 Beses bilang menyentil dahi
Read
+Library
My Arrogant CEO

My Arrogant CEO

"Sinting siapa, Non?" "Bapak gak perlu tau. Fokus nyetir aja." "Baik, Non." Jam 16.50 Diana sampai di cafe. Ia mencari tempat duduk strategis agar mudah terlihat oleh penggemar misteriusnya. "Mau pesan apa?" Seorang pramusaji datang membawakan buku menu. "Aku pesen lemon mint ice aja dulu ya. Sambil nunggu temen."
1029.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 867 Beses bilang menyentil dahi
Read
+Library
Dosa di Balik Kacamata Sang Dewi

Dosa di Balik Kacamata Sang Dewi

Tubuhku makin terangsang. Tiba-tiba, Aldo menunduk dan mendekatkan wajahnya, napasnya yang hangat menyentuh kulitku. Badanku langsung tegang, lalu gemetar sebelum akhirnya mengeluarkan cairan. Aldo mengangkat kepalanya dari antara pahaku dan menjilat sudut bibirnya dengan ekspresi polos. "Asin." Aku ingin menghilang.
3.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 74 Beses bilang menyentil dahi
Read
+Library
KUKIRA MISKIN, RUPANYA CEO

KUKIRA MISKIN, RUPANYA CEO

lirih Aditya membolak-balik bungkus snack itu. “Kamu tak perlu mencerna yang sudah terjadi, hadapi saja yang sekarang,” ucap Dahlia membuka snack itu dengan sekali sobekan. “Seperti namanya, bentuknya unik, seperti jantung. Aromanya juga enak, dan …,” Dahlia mengigit kepingan snack itu lalu menikmati rasa yang sedang menyebar ke seluruh lidahnya. “Ini … ini sangat mirip sekali dengan potatoes chips Central Glori, Mas!” seru Dahlia melebarkan matanya.
1057.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.1K Beses bilang menyentil dahi
Read
+Library
Raja Naga Yang Berkuasa

Raja Naga Yang Berkuasa

Calvin bertanya dengan seringai lebar di bibir. Dahlia menelan ludah, ia tetap melangkah mundur tetapi kali itu tubuhnya telah menabrak dinding. Sementara itu, Calvin berjalan lebih dekat, kali ini seraya melepas kancing kemejanya yang paling atas. “Teh melati itu, aku mencampurnya dengan wine yang kuracik sendiri. Seharusnya tubuhmu sudah mulai bereaksi pada kandungan wine itu sekarang,” tebak Calvin sembari menyentuh ujung dagu Dahlia.
1023.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 735 Beses bilang menyentil dahi
Read
+Library
Dosa Termanisku

Dosa Termanisku

Isinya nasi dan tumis cumi-cumi lada hitam, dessertnya es krim cup yang sudah meleleh isinya. "Kenapa? Kamu penasaran?" tanyaku seraya menyantapnya pelan-pelan. Dito akhirnya ikut selonjoran dan bersandar di dinding di depanku. "Aku memang penasaran. Tapi habiskan dulu makananmu, sepertinya dia lapar." Dito meringis. "Dia?" Aku tertawa, "anak ini, menurutmu dia cewek atau cowok, Dit?" tanyaku dengan pandangan tepat ke matanya.
1097.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 3.1K Beses bilang menyentil dahi
Ipakita ang mga Review (43)
Read
+Library
Skavivi
Vivi minta maaf ya updatenya lama. Sebulan kemarin lagi di uji semesta dengan kesehatan yang menurun. Semoga teman-teman masih senantiasa menikmati cerita ini dengan baik. Salam sayang, Skavivi. more info ig : Skavivi_Selfish ^_^
Ayu Claa
Anna Anna....kamu bener² sudah menjungkir balikan kehidupan pak Ardi, dy rela mabok laut slm 3 jam lebih hanya demi untuk menemukanmu. haha... Semangat pak Ardi kamu harus bisa meluluhkan hari Anna......
Basahin ang Lahat ng Review
Penyamaran sang Putri di Akademi Para Pangeran

Penyamaran sang Putri di Akademi Para Pangeran

“Lebih nyaman mengeringkan rambut seperti ini.” Daisha mengangguk cepat, meski sebenarnya tidak sepenuhnya mendengarkan jawaban itu. “Kau bawa apa itu?” tanya Kaelith, melirik bungkusan di tangan Daisha. “Kue madu,” jawab Daisha cepat, mengangkat bungkusan itu ke arah Kaelith dengan kepala menunduk. “Senior mau, aku bisa membaginya.” “Boleh. “
101.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 38 Beses bilang menyentil dahi
Read
+Library
PREV
12345
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status