Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Petaka Mendua

Petaka Mendua

Petaka Mendua Part35 Suasana lamaran yang semula ramai mendadak terfokus kepada Bu Romlah. Ia memang terkenal usil, dan suka mempermalukan orang lain. Bu Romlah, malam ini, ia sukses mempermalukan Aisya. Selain karma, sangsi sosial juga tidak kalah hebatnya. Bahkan, Aisya yang sudah menuai hasil dari masa lalunya, pun. Masih saja di permalukan.
1099.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 3.1K Beses bilang meraga sukma
Read
+Library
Series Hutan Larangan

Series Hutan Larangan

Suhu di sebelahnya terasa jauh lebih hangat daripada kastil tempat Erick tinggal. “Sepertinya Erick salah mengenali orang. Dan kau sudah terlanjur terlibat dalam lingkaran kutukan bangsa kami. Aku akan terus mengawasimu. Kalau sampai kau membahayakan nyawa dan juga putra sahabatku. Aku tak akan segan-segan menghabisimu.” Sukma sang pangeran kembali ke raga kasarnya di tengah Hutan Larangan. Rasa dingin kembali hadir ketika Arya telah tak duduk di sebelah Mita, hingga wanita itu terbangun dan tak mau memejamkan mata lagi.
1050.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.9K Beses bilang meraga sukma
Read
+Library
JENTERA SAKTI DAN MUSTIKA UDARATI

JENTERA SAKTI DAN MUSTIKA UDARATI

Teriak Mpu Kumbhayoni kemudian. "Apa? Perjalanan melintas demensi, Gusti?"Tanya Megarana "Perjalanan melintas demensi itu apa ya, Gusti?"Laturana yang terbengong kemudian bertanya. "Perjalanan melintas demensi itu di dalam ilmu kuno disebut Ngraga Sukma. Artinya mereka meninggalkan badan wadhagnya di tempat ini, tetapi rohnya melintasi ruang dan waktu untuk menuju tempat yang mereka ingin datangi." Jawab Mpu Kumbhayoni.
103.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 65 Beses bilang meraga sukma
Read
+Library
MERTUA IDAMAN

MERTUA IDAMAN

Om Arga menimpali. Aku masih tertegun melihat satu kardus besar yang berisi beberapa kotak susu pelancar ASI. “Oh, iya. Ini ada beberapa camilan berupa almond cookies. Cocok untuk ibu menyusui seperti Mbak Almira dan ini ….” Manda menyerahkan sebuah bingkisan kado kepadaku. “Titipan dari Bapak dan Ibu untuk Zen. Maaf tidak bisa ikut kemari.” Aku bergeming menatap barang bawaan dari Manda. Ini terlampau banyak. Ada beberapa box buah kurma, pepaya, pisang, dan lain-lain. Belum lagi sekardus susu dan camilan.
4.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 102 Beses bilang meraga sukma
Read
+Library
PETAKA MADU BARU

PETAKA MADU BARU

Wanita itu terlihat gelagapan dan tidak tahu harus menjawab apa, sedang Mas Haris seolah menangkap apa yang aku maksudkan, ia meminta maaf dengan isyarat kedua tangan yang ia tangkupkan di dada. Hmm, bubuk merica putih, jahe dan pupuk cabe merah yang kutambahkan dalam jumlah banyak, dan saat ini kusimpan di kantong, sangat membantu niatku memberi pelajaran mempermalukan madu baruku itu. Rasakan!
7.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 156 Beses bilang meraga sukma
Read
+Library
Bagaikan Debu Bertemu Mercusuar

Bagaikan Debu Bertemu Mercusuar

Kemeja cokelat tuanya setengah terbuka, sementara dasinya sudah hilang entah ke mana. Gadis yang ada di pelukannya tampak sedang menyuapkan anggur yang sudah dikupas ke dalam mulutnya. Meski Chris mengulurkan tangan untuk menepisnya, dia tetap tampak sangat menikmati. Saat mendengar suara langkah kakiku, gadis itu menoleh sambil tersenyum. "Eh, Kak Chris, apa Bibi sudah menyiapkan sup untuk meredakan mabuk ...?" tanya gadis itu.
7.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 251 Beses bilang meraga sukma
Read
+Library
Suka Duka Ibu Tunggal

Suka Duka Ibu Tunggal

Kulitku terlihat putih, kencang, dan menggoda. Tepat tengah malam, aku mengunggah foto itu di media sosial. Aku mengatur agar foto itu hanya bisa dilihat oleh Orlando. Keterangan yang kutulis adalah .... [ Malam seorang diri, cuma bisa begini saja. ] Orlando dikenal sebagai orang yang suka bergadang, jadi aku yakin dia akan melihatnya. Benar saja, beberapa menit kemudian, notifikasi pesan muncul.
4.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 158 Beses bilang meraga sukma
Read
+Library
GEMA JATI

GEMA JATI

“Harusnya kau gak satu sekolah sama kami. Kaupikir kau hebat karena jadi murid teladan dan selalu juara atas? Kaupikir kau bisa masuk perguruan tinggi? Jadi cendekiawan di istana? Bapakkau cuma buruh, Jati. Kau gak mampu, kenapa maksa banget, sih?!” “Lihat, kan? Sekarang kautahu apa resikonya berurusan sama kami!” Soga bicara lagi. “Resiko macam ini? Pakai bantuan orang berkuasa? Ini malah nunjukin kalau kalian memang kalah dari aku,” kata Jati. “Kau!” Kali ini Tikta benar-benar marah. “Udah gak berdaya masih juga kau banyak omong. Kau sama sekali gak takut, ya?”
343 viewsOngoingIdinagdag sa Library 13 Beses bilang meraga sukma
Read
+Library
Keperkasaan Sang Mertua

Keperkasaan Sang Mertua

Ayah mertua sepertinya menyadari usahaku, lalu membisikkan ancaman di telingaku dengan suara rendah, "Jangan bergerak. Kalau kamu berani bergerak lagi, akan kubuat semua orang di kereta bawah tanah ini melihat betapa memalukannya dirimu." Terkejut oleh ancamannya, tubuhku tiba-tiba gemetar hebat, dan kedua kakiku menjadi kaku di tempat. Dari belakang, kembali terdengar suara ayah mertua yang penuh kepuasan. "Benar, begitu baru benar. Nggak perlu kamu jelaskan, aku sudah tahu betul kamu itu orang macam apa. Di tempat ramai seperti ini, rasanya pasti lebih menegangkan. Aku tahu kamu juga ingin mencobanya."
199.4K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 7.0K Beses bilang meraga sukma
Read
+Library
Tergoda Jerat Manis Sahabatku

Tergoda Jerat Manis Sahabatku

“Mama kapan pulang,” kata Lestari di ujung telepon. “Kalau sudah dapat uang, sayang. Kenapa memangnya?” “Lestari pingin boneka beruang, Ma!” “Boneka beruangnya yang warna apa?” “Hmm… warna apa, ya? Coklat, Ma. Biar sama seperti beruangnya Marsha!” “Beneran yang warna coklat? Gak yang lain?”
187 viewsOngoingIdinagdag sa Library 4 Beses bilang meraga sukma
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
9
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status