Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Marry Me, Om Duda!

Marry Me, Om Duda!

Begitu mendapati wajah tampan pelanggannya, pelayan perempuan itu tersenyum malu-malu. "Ada yang bisa saya bantu, Pak?" tanya pelayan perempuan itu ramah. "Aku ingin membeli Kirana. Apa ada?" tanya Damian yang dibalas pelayan tersebut dengan reaksi yang sama seperti pelayan pria tadi. "Kirana apa, Pak?" "Ish! Kau perempuan atau bukan sih? Kata istriku Kirana itu obat untuk nyeri saat datang bulan. Seharusnya kamu tahu, kan?" tanya Damian kesal sendiri karena tidak ada yang mengerti maksudnya.
105.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 193 kali sebagai meri meri
Baca
+Pustaka
Selubung Memori

Selubung Memori

Lalu dia mendekat ke Kara, mulai berbisik, “tapi dia memang penuhi cahaya. Seperti kalau kita melihat matahari dari dekat—nah! Atau mungkin seperti melihat lampu dari jarak sejengkal.” “Kau ini, kalau mau memuji jangan setengah-setengah,” timpal Bibi. “Jangan curi dengar, dasar tak tahu diri.” Bibi memutar bola mata. “Kalau mulutmu kasar, nanti sulit dapat cowok.” “Bisa tidak kau berhenti bicara soal itu?” “Ya ampun, Meri. Kau itu primadona nomor satu penghuni.” Kara tertawa. “Cobalah sedikit tersenyum ke penghuni yang lain.”
1018.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 731 kali sebagai meri meri
Baca
+Pustaka
Merry Go Around

Merry Go Around

Dia tidak menduga kalau Liam menyadari hal itu. "Kenapa diam? Cepat bernyanyi," perintah Liam sudah tidak sabaran. Merry tersenyum dipaksakan. Namun setelah itu, dia berdeham untuk membersihkan tenggorokannya. Tak lama kemudian, dia sudah mulai melantunkan sebuah lagu. Sebenarnya lagu yang dinyanyikan oleh Merry merupakan sebuah lagu KPOP, berjudul Spring Summer Fall Winter. Sehingga saat Merry bernyanyi, bukannya terhibur, Liam malah mengerutkan alisnya.
104.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai meri meri
Baca
+Pustaka
Terhimpit! Tante Tiri dan Pembantu Cantik

Terhimpit! Tante Tiri dan Pembantu Cantik

“Bisa ajah kamu mas, eh jangan buru-buru pulang yah, aku mau masak spesial buat kamu mas…” “Boleh ka Mery, sekalian aku juga kangen sama yang rimbun?” bisik Satria nakal, hingga Merry kaget, lalu menepuk lengan Satria. “Masih ganjen ajah ni serdadu!” bisik Mery menahan tawa. “Kamu masih cakep kok Mer, makanya lihat kamu aku jadi kangen yang rimbun ituuuh...!” gombal Satria.
9.7598.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13.2K kali sebagai meri meri
Tampilkan Ulasan (28)
Baca
+Pustaka
Adelia
maaf mengotori kolom komentarnya izin promosi cerita aku, aku harap kakak dapat membaca cerita aku dan memberikan nilai kepada cerita aku terimakasih kak Judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku.
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa. Novel ini menceritakan Petualangan Lin Chen menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan 3 Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Baca Semua Ulasan
Mercy on me [INDONESIA]

Mercy on me [INDONESIA]

Ucap Alka. Alka pun mulai memetik senar gitar nya, terdengar merdu seperti biasanya, ia memainkan sebuah lagu. Aku menikmati petikan gitar dan suara Alka yang berhasil membuat jantung ku berdegup kencang tak karuan. "Without you i've got no hand to hold" "Gombal" Ucap ku jahil memotong nyanyian Alka "Without you i'm just a sad song" Alka mengakhiri nyanyian dan petikan gitar nya.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai meri meri
Baca
+Pustaka
Mari Berpisah, Aku Menyerah

Mari Berpisah, Aku Menyerah

“Halo, assalamu'alaikum, Mbak Mira.” “Wa-wa’alaikumsalam.” Naina mengernyit kening mendengar suara Mira yang parau seperti habis menangis. “Ada apa, Mbak Mira?” “Mbak Nai…. Oma, Mbak. Oma….” “Oma kenapa?” Jantung Naina memompa dengan cepat apalagi ketika mendengar Mira yang menangis. “Oma… Oma–”
10211.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.3K kali sebagai meri meri
Baca
+Pustaka
MERTUAKU MISKIN

MERTUAKU MISKIN

MERTUAKU MISKIN 2 “Tunggu, Neng!” Suara pedagang daster itu membuatku terpaksa menoleh lagi. “Kenapa?” tanyaku seraya memasang wajah malas. “Ini kembaliannya, Neng.” “Ambil saja, buat beli obat penyumpal mulut, biar nggak asal bicara dan nyakitin hati orang,” kataku membuat dia dan semua wanita di sana terdiam.
9.48.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 201 kali sebagai meri meri
Baca
+Pustaka
Hati yang Remuk dan Mati

Hati yang Remuk dan Mati

Kembang api biru yang berlangsung selama satu jam akhirnya padam, meninggalkan tulisan di udara. [Dave & Sheila, Selamat Ulang Tahun Pernikahan Kelima.] Sheila mengalihkan pandangannya dan mengatupkan bibirnya. "Adakan pernikahan tujuh hari lagi, dan pesan tiket pesawat ke Negara Veridia untuk hari itu." "Veridia?" Sekretaris itu terkejut beberapa detik, lalu dengan ragu menasihati, "Nyonya, apa Anda yakin nggak mau pertimbangkan lagi?"
36.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 862 kali sebagai meri meri
Baca
+Pustaka
Merebut Hati Suamiku

Merebut Hati Suamiku

"Ya sudah Umik mau mau ke depan dulu, tolong kamu teruskan membuat jamu untuk menantuku ini, ya, Mbak. Rempahnya diparut, lalu sirihnya di remas-remas saja. Setelah itu beri air dan diperas. Terakhir tambahkan madu, jangan pakai gula." "Baik, Umik," jawab wanita itu dengan menunduk, sehingga aku tidak dapat melihat wajahnya. "Terima kasih, ya, Mbak. Kasihan kalau menantuku nggak minum jamu. Maklum, pengantin baru suka capek karena lagi semangat-semangatnya." Umik tergelak sembari memikul lembut pipiku. Beliau mendaratkan kecupan sayangnya pada keningku dan lantas beranjak dari dapur, menyisakan aku dan wanita cantik berbadan ramping dan baju kurung tersebut.
1063.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai meri meri
Baca
+Pustaka
Merebut Hati Suami Dingin

Merebut Hati Suami Dingin

Gadis itu pun memilih menyaksikan acara tv di ruang tengah. Suara dering ponsel membuat gadis itu terperanjat dari posisi nyamannya. Dengan cepat ia menggeser panel hijau untuk menerima panggilan masuk. "Assalamu'alaikum, halo, Ma!" Sapa Nadira. "Waalaikumsalam, gimana kabarnya, Nak?" Suara lembut Mama Rena terdengar dari seberang. "Alhamdulilah, Nadira sehat. Mama dan Papa gimana, sehat 'kan?"
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai meri meri
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status