Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
PEMBALASAN SEORANG ISTRI

PEMBALASAN SEORANG ISTRI

ucap Bu Marta. Ceria merasa lega karena mertuanya terlihat betul-betul menyayangi Iren. Sekarang hanya tinggal bagaimana caranya dia meyakinkan Bagja agar mengijinkannya kerja kembali. Setelah mengobrol, Ceria diantar mertuanya melihat play group yang letaknya tidak jauh darisana, tempatnya bersih dan nyaman. Ceria langsung yakin untuk menjatuhkan pilihannya. Seharian Ceria memperhatikan Iren yang terlihat gembira bermain bersama Maura, kucing peliharaan Nenek Marta. Kucing yang berbulu putih, tebal dan gemuk itu tidak lepas digendongnya kesana kemari. Hingga menjelang sore, Iren berkeras tidak mau pulang.
9.927.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 658 kali sebagai mertua / ipar
Baca
+Pustaka
Mertua, Awal Pembawa Petaka

Mertua, Awal Pembawa Petaka

Mertua, Awal Pembawa Petak POV Autho Dengan langkah lebar Lana dan Rania berjalan ke ruang tamu diikuti Mbok Tin dari belakang. Lana mencoba menjauhkan Rangga dari atas tubuh Aditya yang terlihat tidak berdaya. Wajahnya babak belur, sudut bibir lelaki it robek dan mengeluarkan darah "Kamu kenapa, Nak? Ada apa ini?" Lana sebisa mungkin menahan agar tidak marah pada Rangga
1064.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai mertua / ipar
Baca
+Pustaka
Ipar Ipar Serakah

Ipar Ipar Serakah

teriak Mamak mertuaku membuat gendang telinga ini rasanya mau pecah. Suaranya yang cempreng itu benar-benar membuatku sakit kepala saja. "Ayo bangun, jangan sampai pintu kalian aku dobrak ya!" pekiknya lagi. Ternyata benae kata orang-orang, hidup bareng mertua itu sangat tidak enak. Apalagi kalau mertuanya modelan Mamaknya Mas Joko, sudah kayak nenek sihir saja. "Iya, Mak! Tunggu sebenatar!" sahutku agar si nenek lampir itu berhenti berteriak-teriak.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai mertua / ipar
Baca
+Pustaka
Madu dari Mertua dan Ipar

Madu dari Mertua dan Ipar

Tapi netraku terfokus pada seorang ibu yang berdiri di balik pagar rumahku. Aku menganggukkan kepala memberi sapaan pada seorang ibu yang masih berdiri di balik pagar rumahku. Dia pun membalas sapaanku dengan tersenyum, seolah mengerti kode anggukan yang kuberikan. Jika kuterka dari kejauhan umurnya sekitaran 60tahunan, sebaya dengan ibu mertuaku. Ya, wanita tua tadi yang melenggang-lenggok bersama Nini dan Leria masih berstatus mertuaku.
107.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 265 kali sebagai mertua / ipar
Baca
+Pustaka
MERTUA RASA MADU

MERTUA RASA MADU

"Aku sangat curiga dengan ini karena kamu begitu membelanya! Disaat saudaramu yang lain tidak mau ikut campur kaulah satu-satunya orang yang terus datang kemari dan menyela pertengkaran." "Aku punya istri dan aku mencintai Vina. Kedatanganku kemari hanya untuk mendamaikan, tidak lebih!" "Jangan berteriak padaku, aku adalah ibumu," ancam Ibu mertua sambil mengangkat jari telunjuknya pada kakak iparku. "Aku tahu, Bu. Ayo kita pergi tolong berhentilah ikut campur atas urusan Mariana dan Dirga, mereka sudah menikah dan biarkan mereka hidup dengan bahagia."
3.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai mertua / ipar
Baca
+Pustaka
Upik Abu Mertua

Upik Abu Mertua

"Rasakan! Kalau majikan ngomong itu jangan protes terus!" Lestari pergi meninggalkan Hafizah, di sana Hafizah menangis sendiri masih memegangi alat pel, dan akhirnya alat pel di lempar jauh-jauh. "Argghhhhhhh! Kenapa aku memiliki Ibu mertua yang jahat, Tuhan? Hikss."
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai mertua / ipar
Baca
+Pustaka
TERGODA IPAR

TERGODA IPAR

KREK! pintu kamar terbuka, kini Firman berdiri di hadapanku. Dengan mata berkaca-kaca aku menatap wajahnya. Firman mendekat kemudian, "Bukan karena Mbak telah jatuh cinta padaku?" ujarnya. Membuatku menelan ludah. Glek! Firman mendekat ke arahku, aku menunduk. Mulutku terkatup rapat, sulit untuk mengatakan perasaanku. Aku merasa malu mengingat statusku adalah kakak iparnya.
9.988.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai mertua / ipar
Baca
+Pustaka
Hanya Rumahku Yang Selalu Dilewati

Hanya Rumahku Yang Selalu Dilewati

ucap Ibu Mertua sinis. “Bukan begitu maksudku, Ma—” Ucapanku terhenti saat samar-samar kudengar suara Citra di seberang sana bicara pada Ayah Mertua. “Mulai lagi deh itu Kakak Ipar drama banget, tinggal datang ke sini aja sih apa susahnya! Di sini kan banyak oleh-oleh, dia bisa dapat jatah kalau mau datang ke sini. Ini malah jual mahal banget! Miskin aja sombong, gimana kalau kaya!” celetuk Citra. Mungkin dia tak sadar ucapannya itu terekam di sambungan telepon dan terdengar olehku.
3.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai mertua / ipar
Baca
+Pustaka
MADU SATU MERTUA

MADU SATU MERTUA

serunya kaget. “Iya, Mbak. Ini aku. Kenapa? Kaget lagi? Jangan suka kaget, Mbak. Aku ini pernah sama-sama menjadi ipar kamu. Aku datang untuk meminta uang bagian rumah mertuaku yang kamu sita. Tidak banyak, Mbak. Sepuluh juta saja. Aku butuh untuk menyekolahkan Yasmin. Kasihan dia. Tidak bisa sekolah seperti anak-anak kamu, Mbak. Jangan jadi orang yang gelap mata. Ingatlah kebaikan dari mertua kita dulu, Mbak.”
10201.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.2K kali sebagai mertua / ipar
Tampilkan Ulasan (36)
Baca
+Pustaka
Shifa chibii
ceritany bagus,,kasihan Rasti,ditipu mertua dan suami yg g bisa tegas dan ngindungin anak istriny,,mending pergi aja ras,,soal harta mendiang ortu ntar dicari lagi jalanny buat ngrebut lagi,,dari pada bertahan tpi makan hati..
Lee Siuce
Izin promo ya Thor Mampir yuk gaaes di cerita ku "Cinta Segitiga Sang Pewaris" Ceritanya masih ongoing di jamin seru karena banyak ceritanya di bungkus dengan teka-teki yang susah ditebak ... Mampir yuk
Baca Semua Ulasan
Hartaku Unlimited (Mereka Ingin Membuatku Miskin)

Hartaku Unlimited (Mereka Ingin Membuatku Miskin)

kata Ibu Mertua. Aku pun akhirnya mengalah, padahal masih ingin menggendong bayiku. Lalu, Ibu Mertua memanggil Mila yang tengah senyum-senyum sendiri dengan hape-nya. "Mila, ambilkan jamu di dapur! Cepat, ini khusus untuk kakak iparmu!" katanya. Aku kok jadi merasa aneh, kenapa Ibu jadi seperhatian ini padaku?
9.999.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.3K kali sebagai mertua / ipar
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status