Giok Langit
“Mati hidup manusia bukan terletak di tangan manusia itu sendiri. Semuanya sudah diatur oleh Langit. Jika mereka mati saat itu, itu artinya memang sudah waktunya. Hanya saja perantara mereka mati itu melalui kecerobohanmu. Kalau kau tak ceroboh, mereka pasti juga akan mati hari itu, saat itu pula. Entah tersambar petir atau tenggelam dan dimakan ikan hiu.”
Cang Er tersenyum pahit. Itu ajaran yang selalu ditekankan gurunya, tapi tetap saja rasa bersalah itu ada. Dia jsutru khawatir kalau dia tidak merasa bersalah, apakah dia memang masih memiliki hati nurani? Dalam rasa tidak berdaya akibat perasaan bersalah ini, Cang Er menemukan kelegaan bahwa hatinya memang masih berfungsi.
Hot Chapters