Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Nightmare

Nightmare

Bak sebuah mantra yang akan membuatku tenang setelah mengatakannya. Aku bergidik ngeri ketika melihat kembali kertas yang ada bercak merah itu, tiba tiba saja layar di Hpku berkedip beberapa kali. Aku menatapnya sekilas, mengabaikannya. Namun ada sebuah nomor tak kukenal yang terpajang di layar tersebut, beberapa kali. Hingga dengan terpaksa aku pun mengangkatnya. Diujung telpon sana terdengar sebuah lagu yang begitu asing di telingaku. Reverse. Lagu yang tak begitu jelas dan hanya berisi sebuah jeritan-jeritan tak jelas seperti suara kelelawar, suara seorang perempuan bersenandung dan bahkan suara tawa anak kecil. Oh tuhan?!
102.9K viewsOngoingAdded to Library 102 Times as midnight raven
Read
+Library
Suara Ketukan Di Tengah Malam

Suara Ketukan Di Tengah Malam

Dia memilih channel yang menayangkan video musik, untuk menurunkan suasana tegang karena sibuk mencari informasi tadi. "Ren, biasanya suara ketukan itu ada sekitar jam berapa?" tanya Adrian sambil menyenderkan badan ke tembok kamar Karenina. "Biasanya tengah malam. Tapi, bisa juga sekitar jam 10-an, pas aku mulai ngantuk mau tidur," ungkap Karenina. "Sekarang baru jam 8 lewat sedikit. Jadi, anggap aja, nanti jam 10 akan ada suara ketukan. Kalau ada yang denger suara ketukan itu, cepet bangunin temen yang lain," perintah Adrian.
2.1K viewsOngoingAdded to Library 54 Times as midnight raven
Read
+Library
Beyond the Light

Beyond the Light

Meski beberapa kali serangan kami meleset dan sempat terluka, kami berhasil melemahkannya. Namanya adalah Roy Raven. Aku akan mendeskripsikan penampilannya. Dia adalah pria muda yang sepertinya masih berumur di awal dua puluh. Rambutnya berwarna hitam pekat dengan beberapa helai berwarna biru tua. Pakaiannya berwarna hitam dengan motif bulu burung di jubahnya. Ketika bicara, ia terdengar sangat ramah. Namun, ketika bertarung, ia seperti menikmati setiap detik penyiksaan.
103.6K viewsOngoingAdded to Library 122 Times as midnight raven
Read
+Library
Kebangkitan Sang Raja Teknologi

Kebangkitan Sang Raja Teknologi

“Terdengar jelas, Raven. Ingat. Jangan banyak gaya, fokus saja.” Raven berjongkok, menempelkan telinga ke permukaan penutup got. Hanya suara tetes air samar yang terdengar, jauh di bawah sana. Jantungnya berdetak pelan namun mantap, semacam ketenangan aneh yang selalu ia rasakan sebelum masuk ke kegelapan. “Aku masuk,” bisiknya ke komunikator. Tirta menahan napas. “Kalau ada sesuatu yang salah, aku yang pertama menyusulmu.”
103.1K viewsOngoingAdded to Library 100 Times as midnight raven
Read
+Library
Kesendirian

Kesendirian

“See you too.” Aku chat Ribka untuk menanyakan apakah dia bisa diajak jalan, ternyata dia sibuk hari ini. Enaknya ngapain ya di kost seharian? Aku bingung mau melakukan aktifitas pagi ini. Memasak sudah, cuci pakaian sudah, dan membereskan kost juga sudah. Aku mau keluar untuk jalan-jalan sebentar saja juga malas karena sendiri meluluh. Entah kapan sampai begini, ternyata hidup sendiri enggak enak dan serba sendiri mau kemana-mana. Ya, begitulah dulu, aku pasang radio saja.Kemudian aku pasang radio yang kencang karena sudah lama aku tidak mendengar radio. Aku hanya terdiam, termenung, sambil menikmati alunan musik yang aku dengarkan, alunan musiknya membuat aku terhibur dan seketika itu, aku
102.3K viewsOngoingAdded to Library 55 Times as midnight raven
Read
+Library
Beautiful Darkness

Beautiful Darkness

Setelah beberapa detik berdiam diri di depan pintu, Van akhirnya memasuki ruang baca itu dengan terlebih dahulu mengetuk sebanyak dua kali. Pria itu terkesima akan banyaknya rak buku yang berada di dalam ruang baca. Hampir saja Van membatin bahwa ruang itu tak ubahnya mirip dengan ruang kerja Albus Dumbledore dalam serial Harry Potter. Susunan buku yang menjulang tinggi di rak-rak itu mengingatkannya akan perpustakaan di era tahun 80-an. Suasanya klasik langsung dapat ia rasakan ketika aroma vanilla yang terkandung dalam buku-buku tua itu menyerbak. Proses penuaan alami dari buku-buku tersebut menciptakan sensasi misterius tersendiri yang membuatnya membatin bahwa siapa pun yang merawat buku
106.1K viewsOngoingAdded to Library 236 Times as midnight raven
Read
+Library
The Unwanted Bride (Indonesia)

The Unwanted Bride (Indonesia)

Akhirnya dia pun cuma bisa menarik nafas panjang sambil kembali ke tempat duduknya semula. "Oh ya, guys. Old and new tahun ini gue nggak bisa ikut acara midnite party kalian semua ya? Gue ada panggilan darurat ke perkebunan teh gue di Jambi," ucap Raven santai sembari menyesap vodkanya. "Lah bukannya lo mau ikut si Reksi pulang kampung ke Aussie, buat ngurus pernikahan kalian?" Kali ini Bayu yang merespon ucapan Raven.
1030.8K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as midnight raven
Read
+Library
Dark White

Dark White

Dark White chapter 03 Sunyi memenuhi ruangan berukuran tiga kali empat yang cukup rapi untuk ukuran kamar laki-laki. Yang terdengar hanya suara papan tombol laptop yang diketik dengan tempo cepat. Hari sudah hampir larut, namun seorang pria masih sibuk dengan tumpukan berkas di dekatnya. Matanya yang sudah minus, memerah karena terlalu lama menatap layar laptop.
105.4K viewsOngoingAdded to Library 156 Times as midnight raven
Read
+Library
RENDEZVOUS

RENDEZVOUS

Abian terkekeh pelan, "Di mobil. Perasaan yang mau busking Mas, kenapa kamu yang semangat dek?" "Yakan udah lama gak nonton." Saras menutup pintu mobil dan memakai sabuk pengamannya. "Lagian ya Mas, menurutku Moonrise itu Band terbaik yang pernah aku tonton, setelah Moonrise gak manggung aku jadi males kepo-in selain Moonrise." oceh Saras dengan sangat semangat. "Ya soalnya ada Wildan." Timpal Abian membuat Saras menoleh melayangkan tatapan protes.
1010.0K viewsOngoingAdded to Library 369 Times as midnight raven
Read
+Library
PREV
1234
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status