Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dilamar Nenek-nenek

Dilamar Nenek-nenek

Happy Reading ***** "Hilih, ngelak aja kamu. Terus, tadi ngomong apa? Sampai nyebut kata gila, kalau nggak kepikiran si nenek, kamu nggak akan ngomong gitu. Ayolah, Cak. Akui saja dengan jujur kalau kamu muai tertarik dengan lamaran si nenek itu," goda Hanif.
102.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai milea suara dari dilan
Baca
+Pustaka
Terpaksa Menikah karena Wasiat

Terpaksa Menikah karena Wasiat

rengek Mila menghampiri Meida dengan genangan air mata. Diaz terkesiap mendengar Mila mengadu yang tidak-tidak pada Meida. "S-saya ja-jahat kenapa?" Diaz tidak tahu di mana letak kejahatan yang telah dia dilakukan. "Ini ada apa? Diaz jahat kenapa, Mila?" Meida mengusap punggung Mila karena dia memeluknya. Mila tersenyum bangga mengetahui kemampuan sandiwaranya semakin berkembang. "Mila mau jalan-jalan tapi Diaz gak mau temenin. Mila malah dibentak," dustanya.
1017.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 430 kali sebagai milea suara dari dilan
Baca
+Pustaka
KUBELI KESOMBONGAN IPARKU

KUBELI KESOMBONGAN IPARKU

cegah Mas Arlan sambil mencekal pergelangan tangan ini. "Iya, Mas," jawabku. Padahal dalam hati ini penasaran, sebenarnya ia ingin bicara apa padaku. Tidak lama kemudian, pesan masuk dari Mbak Dila terlihat dari layar jendela ponsel. Aku meliriknya sambil mengunyah udang bakar yang kubuat. [Nilam, ingat ya, akan kubeli kembali kesombonganmu beserta keluargamu. Lihat saja nanti!]
9.7264.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.5K kali sebagai milea suara dari dilan
Baca
+Pustaka
Modern maid

Modern maid

"Rindu berat, ngalahin rindu Dilan ke Milea malah." "Dilan dan Milea, siapa itu ndok?" Mila tersenyum geli mendengar pertanyaan bibinya. "Jadi Bibi gak tau mereka?" "Ndak. Memang mereka siapa, Mil?" "Bibi penasaran?" goda Mila yang di angguki bi Marsiah. Bukannya menjawab Mila malah terus menggoda sang bibi. Bi Marsiah yang gemas akan sikap keponakannya itu pun memukul bokong Mila. Mila tak marah justru tertawa, merasa geli akan sikap sang bibi yang sukses ia buat kesal dan penasaran.
1012.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 271 kali sebagai milea suara dari dilan
Baca
+Pustaka
Penyesalan Tuan CEO [Mantan Kekasihku]

Penyesalan Tuan CEO [Mantan Kekasihku]

Saat mereka saling menatap satu sama lain, suara tangisan kecil tiba-tiba terdengar di telinga mereka. “Papa, Dilan mau bicara dengan Mama...” Suara kecil itu membuat pasangan itu terdiam. Mereka berpisah dan menoleh ke arah anak laki-laki kecil yang berdiri di lorong apartemen. Dilan menggosok matanya, pertanda bahwa baru saja bangun tidur. Dilan kembali terisak dan menangis, “Aku ingin bersama Mama, Pa...” Dada Satria terasa sesak. Biasanya ia tidak pernah takut akan apa pun, namun saat itu, perutnya terasa mual karena gugup. Ia tidak tahu harus berbuat apa. Atau harus berkata apa.
1013.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 313 kali sebagai milea suara dari dilan
Baca
+Pustaka
Menantu Sampah Itu Adalah Lord Tertinggi

Menantu Sampah Itu Adalah Lord Tertinggi

Dia sedang menceritakan tentang kelebihan orang lain, seolah itu adalah dirinya sendiri. Dilan hanya menunjukkan ekspresi acuh tak acuh saat dia membalas, "Apakah kau sudah selesai? Mendengar semua ocehanmu membuatku ingin muntah." Mendengar itu, Eitan sangat marah sehingga dia langsung menarik lengan kanannya untuk menyerang Dilan, "Matilah, Bajingan!"
8.437.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai milea suara dari dilan
Baca
+Pustaka
Muda dan Liar

Muda dan Liar

Hufft …. “San, ayo ke toilet!” ajak Liza yang malah bisa kudengar jelas. Wow, aku tidak percaya ini. Mengapa hanya percakapan Liza dan Sandra yang bisa kudengar. Apa aku harus mencoba melirik kearah Alexi dan Nicky lalu memperhatikan mimik mulutnya? Astaga, jika ketahuan itu akan sangat memalukan. Tapi coba saja, mereka pasti tidak sadar.
3.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai milea suara dari dilan
Baca
+Pustaka
Lady D Milik Sang Penguasa

Lady D Milik Sang Penguasa

Dea mengangguk kecil. Sampai di luar ruangan, Sanjaya berdeham sebelum menjawab, "Ya, Sayang?" "Kamu lagi di mana? Kenapa lama sekali baru menjawab panggilan? Kau lagi ngapain? Bersama Dea-kah?" Suara Melia terdengar memburu tapi sedikit tidak sabaran dan penuh kecurigaan. "Apa kamu sedang berselingkuh dariku?"
106.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 239 kali sebagai milea suara dari dilan
Baca
+Pustaka
Karena Cinta, Tuan Penguasa tak Sanggup Menahan Gairah

Karena Cinta, Tuan Penguasa tak Sanggup Menahan Gairah

Diam yang mengandung banyak suara. Ingin rasanya Lilian menubruk tubuh itu dan hanyut dalam pelukannya, tapi hanya kalimat sapa singkat yang akhirnya terucap dari bibirnya. “Apa kabar Mas?”
1037.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 862 kali sebagai milea suara dari dilan
Baca
+Pustaka
Selubung Memori

Selubung Memori

Dan lawan kami sungguhan superior: Dhiena dan Mika. “Semestinya Mika sudah capek,” kata Lavi, sebelum pertandingan. “Sejujurnya kalian masih kuat, tapi kalau masih seperti itu, kalian kalah,” imbuh Reila. “Aku tidak berharap kalian menang, sih.” “Kuusahakan,” kata Dalton.
1019.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 635 kali sebagai milea suara dari dilan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234568
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status