Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pewaris Pedang Sulur Naga

Pewaris Pedang Sulur Naga

Pemuda bercaping itu terus mengayunkan langkah menjauhi gua menuju ke arah matahari terbenam. Langkahnya baru terhenti setelah menemui jalan buntu. Di depannya, jurang menganga lebar. Di bawah sana, mengalir sungai yang berair jernih berkelok-kelok dan menghilang di samping tebing yang menjorok. Dia berdiri tepat di atas batu yang ada di atas sungai. Keadaan air sungai yang jernih memantulkan bayangan wajahnya. Wajah itu sejatinya tampan, beberapa luka yang menghiasi wajahnya mengubah ketampanan itu. Paksi Jingga menghela napas panjang.
8.520.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 433 kali sebagai mimpi melihat air sungai jernih
Baca
+Pustaka
Levitasi

Levitasi

Dengan langkah yang dipaksakan, apapun yang terjadi iha harus tetap berjalan karena tak ingin bau darah dari luka lecetnya ini sampai tercium kawanan serigala, itu bukan kejadian yang baik. Tidak berselang lama ia melihat mata air yang sangat jernih. Meskipun cukup dalam, dasar mata airnya dapat dilihat dengan jelas karena saking jernihnya. Di samping mata air, mengalir sungai kecil dengan ikan berwarna-warni tengah berenang dengan lincah melawan aliran arus. Shelin kemudian membasuh wajah dan lukanya di sana. Air itu memang terasa sangat segar seperti kelihatannya. Bahkan saat diminum seperti memulihkan tenaga, entah ini hanya sugesti dalam otak Shelin saja, atau memang berkasiat seperti it
102.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai mimpi melihat air sungai jernih
Baca
+Pustaka
Aroma Dalam Mimpi

Aroma Dalam Mimpi

Ia menangkupkan kedua tangannya di bawah aliran air, lalu mencuci wajahnya dengan kasar, seolah berharap bahwa dengan cara itu, ia bisa menghapus segala pikiran yang mengganggu pikirannya sejak pagi. Setelah beberapa saat, ia mengangkat wajahnya, menatap bayangannya sendiri di cermin yang sedikit berkabut akibat udara lembap di dalam ruangan itu. Namun, di saat itulah, sesuatu menghantam pikirannya begitu kuat. Sebuah kilasan ingatan muncul—sekelebat bayangan dari mimpi itu kembali menyergapnya.
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai mimpi melihat air sungai jernih
Baca
+Pustaka
Mimpi Terburuk

Mimpi Terburuk

Via tampak cemas. "Kamu mimpi apa ? Tanya Jumirah. "Mimpi yang sama ma, Aku mimpi dia menyiksaku seperti dulu." Ujar Sita pelan , suaranya masih gemetar takut, Jumirah paham siapa yang dimaksud "Dia " oleh Sita. "Sudah, itu cuma mimpi, karena kamu terlalu memikirkan dan mengingat ingatnya." Ujar Jumirah menenangkan Sita. Sita menghela nafas berat, Via masih bingung.
1013.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 368 kali sebagai mimpi melihat air sungai jernih
Baca
+Pustaka
MR. D

MR. D

Lima pejuang yang lainnya lagi sudah berada di tengah sungai dalam posisi berlari di atas air. Belum jua kaki Ucup menyentuh air di tepian sungai kembar. Ada hawa aneh menguak bersama air yang seakan mendidih beruap layaknya tengah di panasi di atas kompor. “Sebentar-sebentar aku merasakan hal yang ganjil dan aneh. Gilang penciumanmu yang lebih tajam dariku, apa hidungmu tak mencium aroma anyir dari air sungai kembar ini?” ucap Michael Ucup mengurungkan niatnya untuk menyeberangi sungai kembar.
106.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 190 kali sebagai mimpi melihat air sungai jernih
Baca
+Pustaka
Sang Penjaga Pajajaran

Sang Penjaga Pajajaran

“Mungkin dunia yang lengkap justru sedang menguji kita.” Siang akhirnya datang menjelang. Larisa berjalan bersama Arjuna di sepanjang tepian Sungai Cikapundung. Airnya bening, berkilau seperti kaca dengan ikan-ikan berenang dengan tenang, dan di permukaannya tampak pantulan langit yang bergerak seirama dengan angin. Larisa menatap air itu. “Entah mengapa, setiap kali aku melihat sungai ini, aku merasa seperti menatap cermin. Tapi yang kulihat bukanlah diriku, melainkan sesuatu yang... lebih besar.”
101.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai mimpi melihat air sungai jernih
Baca
+Pustaka
KAMPUNG HALIMUN

KAMPUNG HALIMUN

Zraaaaaaas Aku mencoba mengangkat wajahku, dan aku melihat aliran air yang sangat deras seperti sungai mengalir di belakangku, sepertinya aku jatuh dan terbawa arus sungai bawah tanah hingga akhirnya aku sampai di tempat ini.
9.631.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai mimpi melihat air sungai jernih
Tampilkan Ulasan (22)
Baca
+Pustaka
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
Joy Julia
Sepertinya mending selesaikan Warung Tengah Malam dulu Thor, sudah terlanjur seru, biar bs fokus satu per satu dulu. Kampung Halimun seru jg, tp blm panas. Bakal geregetan kalau disana masih bersambung, disini bersambung
Baca Semua Ulasan
RAMBUT BASAH SETIAP PULANG KERJA

RAMBUT BASAH SETIAP PULANG KERJA

ujar Sinta dengan tersenyum licik. Sinta bersiap untuk menyiram wajah Alda menggunakan air yang terdapat dalam botol. Namun, saat Sinta hendak menyiramkan air tersebut, tiba-tiba sebuah potongan ranting yang cukup besar mengenai tangannya. Byur, air itu tumpah mengenai dada serta sebagian wajah Sinta.
109.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 243 kali sebagai mimpi melihat air sungai jernih
Baca
+Pustaka
Dokter Duchess: Jangan mati dulu, Tuan Duke!

Dokter Duchess: Jangan mati dulu, Tuan Duke!

Sungai-sungai di sini tidak berisi air biasa, melainkan berlian cair yang mengalir tenang tanpa suara, memantulkan bayangan jembatan akar yang melengkung indah. Di atas padang rumput yang bergoyang searah dengan aliran mana alam, ribuan peri kecil bersayap transparan terbang rendah. Kehadiran mereka menciptakan jalur cahaya kunang-kunang yang berkilauan setiap kali sayap mereka mengepak. "Diagnosa mentalku menyatakan... tempat ini 100 persen aman untuk kesehatan jiwa seorang tabib!" Ashyel berseru riang.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai mimpi melihat air sungai jernih
Baca
+Pustaka
Dendam Sang Pewaris Leluhur

Dendam Sang Pewaris Leluhur

Air yang dulu mengalir di sana kini hanya tersisa genangan kecil berwarna kehitaman. Ratna menatap ke bawah, keningnya berkerut. “Air ini... bukan lumpur biasa.” Arga berlutut, menyentuh sedikit cairan itu dengan ujung jarinya. Seketika ia menarik tangan cepat-cepat cairan itu mendesis, mengeluarkan asap tipis. “Bayangan itu sudah menodai sungai ini,” katanya pelan. “Berarti inangnya lewat sini.”
101.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai mimpi melihat air sungai jernih
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status