Petualangan Nerva
“Tidak mengapa, selama perjalanan masih jauh pakailah saja, jika sudah menemukan penjual tempat minum yang tidak dilarang islam maka boleh kamu membelinya. Kurasa tempat minum dari kaca lebih bagus, kalau tidak ya tempat minum dari bambu yang dijual oleh pedagang timur.”
“Ide yang bagus, Abdullah.” Aku menyetujui ide Abdullah.
“Memang tempat minum apa saja yang dilarang oleh islam?” tanya ku penuh keheranan.
“Yakni yang terbuat dari pohon labu yakni Dubba, bejana dari tembikar yakni al Hantam, wadah yang dipoles dengan ter yakni Muzzafat, dan Naqir yaitu wadah dari pohon kurma yang dilubangi.”