ISTRI KECIL SANG KAISAR
Di paviliun barat yang sunyi, diterangi hanya cahaya remang lampu minyak, Xiu Xianren berdiri tegak. Angin malam berbisik lembut di antara dedaunan bambu, membawanya aroma tanah basah dan bunga melati. Matanya, sehitam batu obsidian, tertuju pada langit malam. Ribuan bintang berkelap-kelip, seperti berlian yang tersebar di atas kain beludru hitam pekat. Bulan purnama, bulat sempurna, memancarkan cahaya keperakan yang menyelimuti halaman dengan aura mistis. Keheningan malam hanya diiringi oleh suara jangkrik yang bercicit nyaring.
Hot Chapters