Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Dilema Istri Kedua

Dilema Istri Kedua

Cuih, sok alim. Tangannya membawa nampan. Di nampan itu ada dua cangkir air yang terlihat masih mengepul. Dari aromanya, aku yakin kalau itu adalah teh melati kesukaanku. Sok perhatian. Ingin rasanya menumpahkan teh panas itu pada wajah polosnya yang tampak tak berdosa dan tak punya malu. Mas Fahri mengambil teh panas itu dari tangannya. "Minum dulu, ya. Biar kamu sedikit tenang," ucap Mas Fahri sambil mengulurkan cangkir itu padaku.
8.8K viewsOngoingAdded to Library 307 Times as my cup of tea
Read
+Library
Sugar Daddy-in-Law

Sugar Daddy-in-Law

Beberapa orang memperhatikan mereka. “Aku membawa sesuatu untukmu.” Davin menyerahkan satu cup ukuran sedang, kopi yang masih panas. “Sempurna untuk menutup hari.” “Thanks, Davin.” Tania mengecupnya singkat. “Sudah selesai berbincang dengan ayahmu?”
1021.6K viewsCompletedAdded to Library 561 Times as my cup of tea
Read
+Library
Bilur Bulir Bertaut

Bilur Bulir Bertaut

Suara alunan lagu pun terdengar ke penjuru ruangan. Putri menarik lengan Naomi ke arah konter, membuat tubuhnya sedikit tersentak. Tia sudah memesan apa yang dia inginkan. Putri memandang papan menu di belakang barista. Naomi pun ikut menyapukan pandangan ke arah menu. Dia selalu melewatkan menu bagian kopi. Naomi tidak kuat meminum kopi. Kepalanya akan menjadi pusing ketika dia mengkonsumsi kafein yang tinggi. Untuk itu, dia selalu memilih teh atau matcha.
1.3K viewsOngoingAdded to Library 37 Times as my cup of tea
Read
+Library
Istri Yang Tidak Dirindukan

Istri Yang Tidak Dirindukan

“Mungkin kau menaruh sesuatu di dalam tehnya, dan tidak menyadari bubuk seperti apa itu. “Aku memberinya teh. Aku menaruh sepotong gula dan menuang segumpal krim ke dalam cangkirnya. Aku sangat yakin kalau itu gula dan krim. Burberry adalah hotel milik ayahku. Aku berpengalaman dalam menghidangkan teh.”
2.3K viewsOngoingAdded to Library 45 Times as my cup of tea
Read
+Library
KELAMBU MERAH JAMBU

KELAMBU MERAH JAMBU

Bagaimana bisa aku mengakui dengan jujur soal rasa cemburu itu? Tap, tap, tap! Aku membawa mug berisi lechy tea kesayangan ke ruang makan tamu, meletakkannya di meja bertaplak plastik dengan corak fruits and vegetables. Menutup dengan rapat serapat-rapatnya, mengingat-ingat bagaimana posisinya. Oke, mungkin aku berlebihan. Tapi, jangan lupa, dengan siapa aku hidup dan tinggal serumah?
1020.7K viewsCompletedAdded to Library 497 Times as my cup of tea
Read
+Library
Touch You

Touch You

Hening tak ada suara yang menyela. Saling menatap satu sama lain dengan dua cangkir kopi berpasangan di depannya. Asap mengepul di udara. Aroma 'Cup of Excellence' nikmat menari-nari di dalam lubang hidung. Dua pasang cangkir kristal kini menjadi pusat pandangan semua orang yang ada di dalam ruangan. Pria dengan kumis tebal berwarna pekat yang merata di bawah hidungnya dengan janggut tipis yang menutupi dagu lancipnya itu benar-benar menyambut kedatangan tamunya dengan super duper mewah. Memang hanya dua cangkir kopi hasil lelang oleh coffee roaster dari Different Coffee Co, namun siapa sangka jika hanya ada 15 gelas saja di London. Dua ada di tangan Profesor Lim untuk menyambut kedatangan A
9.935.9K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as my cup of tea
Show Reviews (82)
Read
+Library
XIELNA
Melalui Touch you ini aku jadi banyak belajar. Kak Kila memang mantap nggak pernah mengecewakan, ceritanya juga seru, rapih, bagus dan pastinya mendetail. Semangat terus kak Kila😘. Rekomended ceritanya.
Utsukushii-San
Wah gila, aku langsung hanyut sama sifat ambis Alexa, jadi pen gitu juga😂 Ah canda ah😂 Yang lebih penting, penggambaran lewat narasinya keren, Thor! Berasa lagi ada di tempat mewah beneran aku😂 Semangat lanjutinnya!
Read All Reviews
Kepentok Cinta Om Cupu

Kepentok Cinta Om Cupu

Bahkan, wanita paruh bayah itu rela meluangkan sejenak waktu untuk merawatnya. Dengan membawa cangkir di tangan kanan, Danu berjalan mendekati kursi di dekat Liza berdiri. Memperhatikan sang ibu yang tengah membuang daun-daun kering pada bunga Mandevilla yang memiliki daun lebat, dan beraroma wangi. "Seharusnya Ibu melakukan ini pagi tadi, jadi bisa melihat si Cantik Morning Glory mekar," gumam Liza beralih pada pot yang lain.
9.16.4K viewsOngoingAdded to Library 238 Times as my cup of tea
Read
+Library
THE FRAPPUCINO MURDER

THE FRAPPUCINO MURDER

kataku sambil tertawa. Aku penasaran, apa yang terjadi pada bocah itu—tapi siapa yang peduli, astaga. Aku sudah cukup dipusingkan dengan kelas-kelas ini! “Lady Iris.” Freesia datang membawakan secangkir Chamomile Tea[1] dengan beberapa biskuit. “Silakan.” “Waaah! Pas sekali!” kataku yang nggak sabar untuk segera minum teh. “Aku sedang stres memikirkan kelasku hari ini.”
3.6K viewsCompletedAdded to Library 135 Times as my cup of tea
Read
+Library
Desember Ke-30

Desember Ke-30

Pesan itu hanya berisi satu kalimat singkat dan sebuah foto. “Terima kasih sudah datang, Kana. Secangkir teh ini kudedikasikan untuk babak baru dalam hidupmu.” Di bawah kalimat tersebut terdapat foto secangkir teh panas dengan kepulan uap tipis di atas meja kayu jati yang sama, dengan latar belakang deretan cangkir keramik buatan tangan khas Chiang Mai. Tidak ada tanda tangan, tidak ada sapaan berlebihan. Hanya sebuah penutup yang sangat pas.
104.1K viewsOngoingAdded to Library 155 Times as my cup of tea
Read
+Library
Nikahi Aku Mas Cleaning Service!

Nikahi Aku Mas Cleaning Service!

Suara langkah kaki yang mendekat memecah keheningan. Lusty mendongak dan mendapati Raman sudah berdiri di depan mejanya. Di tangan pemuda itu, kini ada sebuah cangkir keramik yang mengeluarkan uap hangat. "Permisi, Non Lusty," kata Raman dengan suara yang sangat lembut dan menenangkan. "Tadi kebetulan saya membuat teh camomil hangat di pantry untuk saya sendiri, tapi ini masih baru dan belum saya minum. Barangkali... Nona Lusty berkenan meminumnya untuk sedikit meredakan stres?"
10847 viewsOngoingAdded to Library 31 Times as my cup of tea
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status