Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kill Me (This Is NOT Me)

Kill Me (This Is NOT Me)

Pungkasnya "Saya ingin mengucapkan permohonan maaf kepada Mba cantik karena saya yakin kata-kata yang saya lontarkan sebagai refresentasi dari foto Mba tidak sama sekali mencerminkan diri Mba, bukan begitu?" tanya Rendi dengan nada menantang. Nadhirah hanya tersenyum tanpa mengeluarkan sepatah kata. Justru Nadhirah semakin tertarik dengan karakter dari laki-laki ini dan ingin mencari tahu semua mengenai Rendi ini.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai nadir lirik
Baca
+Pustaka
Nada di Hati Sastra

Nada di Hati Sastra

“Sudah mau dianya.” “Nada habis kamu apain, kok, tiba-tiba mau?” tembak Adrian memperhatikan ekspresi Sastra. “Kamu nggak aneh-aneh, kan?” “Nggak, Pa!” Sastra sampai geleng-geleng mendengar kalimat Adrian. “Aku belum ngapa-ngapain sama Nada. Nggak ada curi start.” “Mana berani Sastra nyuri start,” celetuk Arini menahan tawa. “Bisa-bisa, masa depannya suram karena ditendang lagi sama Nada.”
1026.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 860 kali sebagai nadir lirik
Tampilkan Ulasan (25)
Baca
+Pustaka
Waroeng Boneka Ulujami
dari awal cerita sudah bikin penasaran. suka bgt sama karakter nada yg ga menye² dan karakter sastra yg gercep. lebih suka cerita begini, ga terlalu drama tapi alur cerita tetap menarik. perkembangan karakternya bagus. thankyou author ...️
V3_
Baru kelar baca ini. Ceritanya seru & bagus, gak ada drama yg bertele-tele, bab nya juga gak banyak jadi gak bikin bosen. tingkah Nada sama Sastra kocak bikin ketawa sendiri bacanya. sukses dan sehat selalu buat Mbak Beb.
Baca Semua Ulasan
DIPTA

DIPTA

Lalu dia mendekat sedikit ke Aira, setengah berbisik: “Malam ini aku chat kamu. Siap-siap.” Aira langsung pasrah. “Ya ampun…” Nadhira melambaikan tangan. “Bye!” Dan kali inih dia benar-benar pergi. Hening. Aira langsung menjatuhkan kepalanya ke meja pelan. “Aku belum siap…” Dipta melirik. “Untuk apa?” Aira mengangkat wajahnya sedikit. “IImteedh-m, gag-gerogasi panjang malam ini.”
10911 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai nadir lirik
Baca
+Pustaka
Balada Cinta Sang Mandor

Balada Cinta Sang Mandor

Anak mereka yang lebih sering dititipkan pada orang tua Tika membuat suasana rumah terasa semakin mati. Suatu malam, saat pertahanannya runtuh, Tika mengunggah video dirinya yang sedang menangis. Ia hanya ingin Rama melihat dan sadar bahwa ia merindukan sosok suaminya yang dulu. Tak lama, sebuah notifikasi masuk. Tika berharap itu dari Rama, namun ternyata itu dari Bimo. "Mbak Tika kenapa? Ada yang bisa aku bantu?" tanya Bimo di kolom pesan.
239 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5 kali sebagai nadir lirik
Baca
+Pustaka
Jeritan yang Tak Terdengar

Jeritan yang Tak Terdengar

Sepertinya dia ragu, tetapi dia segera berbicara lagi dengan tenang. "Apa yang mungkin terjadi padanya? Aku lebih suka melihatnya mati di luar sana! Supaya aku nggak perlu jengkel melihatnya!" Bibir Tante Sandra bergetar sejenak, dia menghela napas, lalu berbalik pergi. Aku mencoba untuk pergi, juga mencoba kembali ke ruang bawah tanah, tetapi entah bagaimana tidak bisa. Sepertinya aku terjebak di samping Ayah.
8.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 202 kali sebagai nadir lirik
Baca
+Pustaka
Istri Bayaran Presdir Angkuh

Istri Bayaran Presdir Angkuh

Bunyi aliran air dari shower yang terputar begitu deras mengenai kepala hingga ke tubuhnya. “Apakah ... yang kulakukan ini benar? Demi pengobatan biaya Ibu. Aku rela menjual rahimku pada pria kaya itu. Bagaimana bila Ibu tahu yang sebenarnya? Aku akan bagaimana didepan Ibu nanti? Citra wanita baik-baik sudah tak lagi ada. Ibu pasti kecewa sekali padaku,” gumam Nadin dalam hati yang sembari mendongakkan kepalanya ke atap langit toilet dan melihat rintikan air shower yang mengalir membasahi rambutnya serta tubuhnya. Hingga beberapa menit kemudian...
101.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai nadir lirik
Baca
+Pustaka
Lagi-lagi Jatuh Cinta

Lagi-lagi Jatuh Cinta

Umpatnya pada boneka itu dan melemparnya ke sembarang arah. Kania membuka ponselnya dan melihat foto-foto Zaki bersama gadis lain. "Hiks... kenapa lo kayak gini, Zaki? Kenapa lo sakitin gue! Hiks... gue sayang sama lo, gue cinta..." Ucapan Kania tertahan, terlalu sakit untuk melanjutkan ucapannya. Kania memutar lagu "Tetap dalam Jiwa" karya Isyana Sarasvati.
101.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai nadir lirik
Baca
+Pustaka
Setelah Berhenti Kerja, Direktur Tak Bisa Hidup Tanpaku

Setelah Berhenti Kerja, Direktur Tak Bisa Hidup Tanpaku

Selama enam tahun ini, Nadia diam-diam mengembangkan diri di luar negeri, tujuannya kembali sekarang adalah untuk menginjak wanita di hadapannya ini dan membuat hidupnya seperti neraka. Nadia mengontrol emosinya dan menahan kebenciannya, lalu menyahut dingin, "Kalau orang sih kelihatan. Selain itu ya kuanggap nggak ada." Yuvira menyahut dengan nada tinggi, "Maksudmu aku bukan manusia?" "Memangnya aku bilang itu kamu?" balas Nadia sambil menyunggingkan senyum, "Kenapa kamu menuduh dirimu sendiri?"
9.828.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 814 kali sebagai nadir lirik
Tampilkan Ulasan (25)
Baca
+Pustaka
Nayo Naro
bab nya diulang lg..kirain memang ud tamat, ga taunya msh diperbarui lg. harusnya jgn masuk kategori tamat kl msh mau berlanjut trs, padahal sy suka cerita2 spt ini tp cpt selesai bab nya..kl terlalu panjang jd malas bacanya, krn inti ceritanya sdh kliatan, cm dibuat berbelit2 jd malah bosan..
Nur saadah Nasti
Bab 1 Kumohon Tolong Aku Kelab Awan, Kota Mesia. Hari ini adalah hari di mana Nadia Jihan lulus kuliah. Nadia tidak sempat pulang untuk merayakannya. Karena dia diberi obat perangsang, lalu dijual oleh ayah kandungnya kepada sekelompok pria tua menjijikkan. Nadia melarikan diri dari sebuah ruangan g
Baca Semua Ulasan
Pagi yang Enggan Kembali

Pagi yang Enggan Kembali

Baskara menyingsingkan lengan kemeja birunya sambil menuju tempat duduk. “Teh?” “Boleh.” Ria membelakangi Baskara yang menunggu. Laki-laki itu mulai memenceti remot dan menyudahi tontoan yang seharusnya belum tamat itu. Ia memilih apa yang dikehendaki hatinya. Cukup lama. Keduanya saling diam. Baskara mendendangkan lagu menggunakan syair em-em-em sambil pandangannya fokus ke layar.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai nadir lirik
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status