Nada di Hati Sastra
“Sudah mau dianya.”
“Nada habis kamu apain, kok, tiba-tiba mau?” tembak Adrian memperhatikan ekspresi Sastra. “Kamu nggak aneh-aneh, kan?”
“Nggak, Pa!” Sastra sampai geleng-geleng mendengar kalimat Adrian. “Aku belum ngapa-ngapain sama Nada. Nggak ada curi start.”
“Mana berani Sastra nyuri start,” celetuk Arini menahan tawa. “Bisa-bisa, masa depannya suram karena ditendang lagi sama Nada.”
Bab Populer