Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
GAIRAH NAKAL ISTRI MUDA

GAIRAH NAKAL ISTRI MUDA

Arin mengecup bibir Abi, "Aku sangat merindukanmu, Mas. Aku bagaikan musafir di gurun pasir yang sedang mencari Air, kamulah Air itu. Puaskan dahagaku, Mas!" Arin mulai membuka benik piyama Abi, dan membuang bajunya ke lantai. Dada Abi yang bidang dan kekar, serta otot atletisnya tidak luput dari belaian lembut Arin. Tak tahan dengan godaan Arin, Abimanyu segera melahap bibir sexy Arin, perlahan membuka lingerie itu, dua gunung kembar yang terlihat semakin besar dan menantang membuat Abi mabuk kepayang.
1010.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 287 kali sebagai nama aira
Baca
+Pustaka
Satu Malam Bersama Dosen Tampan

Satu Malam Bersama Dosen Tampan

Senyum Nita muncul sekilas di tepi penglihatannya, lalu menghilang saat Aira memejamkan mata. “Aira?” bisik Nita pelan. “Kamu sakit?” Aira menggeleng. “Cuma pusing… sedikit.” Nita tidak percaya, tapi ia menahan diri. Ia menggeser botol air ke arah Aira, lalu kembali menatap papan tulis. Aira meminum air itu perlahan, meski mual kembali naik. Ia menahan napas, memejamkan mata, lalu memaksakan diri untuk kembali fokus.
857 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai nama aira
Baca
+Pustaka
GAIRAH MASA LAJANG

GAIRAH MASA LAJANG

tanya Dola yang duduk di pinggiran kolam ikan itu. “Iya Tante, jika air kolam sudah mulai keruh cukup lepaskan saja bagian penutup pembuangan air di sebelah sana! Kemudian nyalakan pompa air yang pipanya mengarah ke kolam ini,” jawab ku. “Kira-kira berapa lama ikan-ikan di kolam ini bisa dipanen dan dikomsumsi?” tanya Dola lagi.
1034.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 823 kali sebagai nama aira
Baca
+Pustaka
Kupinang Kau Walau Tak Berayah

Kupinang Kau Walau Tak Berayah

Raditya speechless melihat tingkah Maira yang tampak mengagumkan dimatanya. "Bukan Aiya! tapi, AIYYA ..." Maira tak mengerti kenapa dia protes dengan nada penuh penekanan. Namun gadis yang penuh peluh itu tersenyum bingung padanya. Sepintas ia melirik pria kaku dan galak yang tak mau dipanggil bapak itu. "Namanya Aira, bukan Aiya," ucap Raditya yang dari tadi diam saja. "Owh? Kamu Aira?" Gadis kecil itu mengangguk dan meraih jemari Maira.
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai nama aira
Baca
+Pustaka
Pria milik 'ARANA'

Pria milik 'ARANA'

jawab Ana dengan polos, "Ya, cari di tempat lain!" ---------------- Di tempat lain, ---------------- Bunyi rintik air memenuhi ruang, aroma wangi semerbak serta genangan yang membasahi kaki. Di bawah shower Max terdiam, berdiri menunduk dengan mata terpejam. Membiarkan tubuhnya tersiram air dingin, Entah sudah berapa lama dilakukan? Yang jelas itu belum mampu memadamkan api birahi dalam dirinya. "Sial!" hardik Max,
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai nama aira
Baca
+Pustaka
TEMPE GORENG DI MEJA MEWAH MENANTU (Fobia Miskin)

TEMPE GORENG DI MEJA MEWAH MENANTU (Fobia Miskin)

"Tenang!" Aku pun memanggil Aira yang entah ada di mana dia saat ini. Temanku datang tapi tidak ikut menyambut. Tak menghargai banget. Orang kampung memang pemalu. Mereka nggak biasa bergaul dengan orang-orang hebat. Bisa dipastikan kalau Aira minder. "Aira ... tolong buafkan minum!" Tidak ada jawaban. Ting.
108.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 165 kali sebagai nama aira
Baca
+Pustaka
ARINDA

ARINDA

Beberapa kali dia mendongak dan menarik nafas dalam-dalam untuk menghentikan air mata yang berulang kali ingin jatuh dari pelupuk matanya. Ini sulit. Sangat sulit, Tuhan. batin Arinda yang pada akhirnya menjatuhkan kembali juga air matanya. Dia mulai menangis tergugu, melupakan niat awalnya yang ingin menghabiskan bubur di pangkuannya cepat lalu berlalu juga dengan cepat untuk menemui ibunya. ***
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai nama aira
Baca
+Pustaka
Aster [Indonesia Ver.]

Aster [Indonesia Ver.]

tegas Keira. “Pergi, Kei. Gua gak mau lihat muka lo!” ucap Aira tajam seraya memalingkan wajahnya. “Ra, gue minta maaf, gue beneran gak tahu lo suka sama Langit. Andai gue tahu, gue bakal─” “Tetep pacaran sama Langit. Lo bakal tetep pacaran sama Langit, lo mau bilang itu, kan?” potong Aira dingin.
104.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai nama aira
Baca
+Pustaka
Anara

Anara

Kemudia Bara pun melesat dari sana. Tengah malam Anara terbangun, karena haus. Dengan malas dia bangun dan duduk di sisi ranjang. Diraihnya air putih yang terletak di atas nakas. Setelah minum, matanya sedikit segar, dan tidak mau lagi diajak tidur.
9.93.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai nama aira
Baca
+Pustaka
My Crazy Boss

My Crazy Boss

lanjutnya sambil menerawang tentang kejadian semalam "Ahhh..., seperti-seperti, AGEN RAHASIA," pekik Aira begitu girang ketika menemukan julukan yang tepat untuk Nora. Melihat begitu bersemangatnya Aira menjelaskan dan bagaiman tingkanya membuat Alex tak bisa menahan tawa. Aira wanita cantik dan menggemaskan menurutnya. "Kenapa kau tertawa? kau tidak percaya padaku, kau ingin mengejekku?" Aira geram karna Alex tidak pernah serius seolah perkataannya hanya lelucon.
9.621.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 814 kali sebagai nama aira
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status